Emiten Tekstil Pan Brothers Raup Laba USD2,2 Juta di Kuartal I

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 22 Juni 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 278 2429101 emiten-tekstil-pan-brothers-raup-laba-usd2-2-juta-di-kuartal-i-G2Pn3UbAFO.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTAPT Pan Brothers Tbk (PBRX) membukukan laba bersih USD2,215 juta di kuartal pertama 2021. Capaian tersebut tumbuh 5,475% dibandingkan priode yang sama tahun 2020 USD2,1 juta. Adapun laba per saham dasar tercatat USD0,003.

Sementara penjualan tumbuh 4,13% menjadi USD126,16 juta. Rincinnya, ekspor menyusut 8,1% menjadi USD102,73 juta. Tapi penjualan dalam negeri melonjak 155,55% menjad USD23,57 juta. Adapun dari sisi pelanggan utama, penjualan kepada Adidas Sourcing Ltd tumbuh 8% menjadi USD27,53 juta. Kemudian penjualan kepada Uniqlo anjlok 39,13% menjadi USD14,34 juta.

Baca Juga: Pan Brothers Perpanjang Penangguhan Bayar Bunga

Namun beban bengkak 5,76% menjadi USD110,117 juta. Akibatnya, laba kotor menyusut 5,8% menjadi USD16,045 juta. Menariknya, kerugian selisih nilai tukar hanya tercatat USD137,8 ribu, turun 93,78% dibandingkan kuartal I 2020 sebesar USD2,206 juta. Pada sisi kewajiban tercatat tumbuh 0,7% menjadi USD415,76 juta. Tapi pada saat yang sama perseroan membukukan piutang usaha kepihak ketiga USD121, 2 juta. Sehingga aset tumbuh 0,4% menjadi USD696,18 juta.

Selanjutnya, kas bersih yang dipergunakan untuk aktivitas operasi tercatat USD8,15 juta, menyusut 83,33% dibandingkan kuartal I 2020 yang mencapai USD48,64 juta. Sebelumnya perseroan mengungkapkan, kinerja ekspor tekstil cukup baik, sedangkan penjualan domestik mesti berhati-hati dumping dari negara lain.

Vice CEO Pan Brothers, Anne Patricia Sutanto pernah bilang, saat ini belum ada new normal di industri pertekstilan, karena ada mutasi virus baru.

"Di sektor kami karena isu kami di sini ada orang yang harus bekerja di rumah jadi permintaan sektor ini menurun," jelasnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (22/6/2021).

Menurutnya, ketegangan geopolitik antara AS dan China, menguntungkan Indonesia yang dipandang netral. Indonesia sebagai negara yang dapat keuntungan di sektor tekstil ini. Sayangnya, Indonesia punya tantangan untuk mengamankan pasar dalam negeri, sehingga tidak terjadi dumping dari luar negeri yang mungkin ingin membuang produknya ke pasar lokal. "Jadi dari sisi ekspor terlihat baik ya, dari sisi dalam negeri pun butuh pemerintah mengamankan memastikan Indonesia tidak jadi lahan pembuangan impor negara-negara yang memiliki over manufaktur," paparnya.

Di sisi lain, PBRX memastikan rencana peningkatan kapasitas hingga 130 juta potong garmen dari dari saat ini rerata 117 juta potong akan dimulai tahun depan. Perseroan yang berdiri sejak 1980 itu memiliki pangsa pasar 97% untuk ekspor. Corporate Secretary Pan Brothers, Iswardeni mengatakan, peningkatan tersebut belum direalisasikan tahun ini mengingat kapasitas masih mencukupi untuk menutupi order yang masuk tahun ini. Namun, dia memastikan perseroan tetap mematok target penjualan akan naik 10% tahun ini. "Tahun ini kapasitas garmen akan lebih dari 117 juta, tetapi belum sampai 130 juta, rencana mencapai target itu tahun depan," ujarnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini