Wapres Harap Produk Sertifikat Halal Diterima Semua Negara Tujuan Ekspor

Dita Angga R, Jurnalis · Selasa 22 Juni 2021 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 320 2428957 wapres-harap-produk-sertifikat-halal-diterima-semua-negara-tujuan-ekspor-54broI7now.jpg Wapres Ma'ruf Amin Nilai Pentingnnya Sertifikat Halal. (Foto: Okezone.com/Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin menilai sertifikat halal menjadi salah satu syarat produk halal dapat diterima di negara-negara tujuan ekspor. Khususnya negara dengan jumlah penduduk mayoritas muslim.

“Dalam kaitan ini pemerintah sedang mengupayakan untuk membuka pasar ekspor di negara-negara tersebut melalui penghapusan hambatan perdagangan baik berupa tarif maupun non-tarif. Oleh karena itu diharapkan sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Indonesia dapat diterima di semua negara tujuan ekspor,” katanya dalam acara Closing Ceremony Festival Syawal LPPOM MUI, Selasa (22/6/2021)

Dia pun meminta semua pihak yang terkait dengan penerbitan sertifikasi halal dapat berkoordinasi terkait hal ini.

Baca Juga: Erick Thohir Ingin Indonesia Jadi Produsen Halal Nomor 1 Dunia

“Dalam kaitan ini saya meminta BPJPH bersama LPPOM MUI segera berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyepakati adanya satu sertifikat halal Indonesia yang diterima secara internasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut mengungkapkan bahwa pemerintah melalui UU Cipta Kerja telah menetapkan pembebasan biaya sertifikasi halal untuk usaha mikro dan kecil (UMK). Hal ini diharapkan dapat mendorong UMK lebih berdaya saing.

Baca Juga: Kriteria UMK yang Berhak Dapat Sertifikasi Halal Gratis

Selain itu, sebagai tindak lanjut UU Cipta Kerja, pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No.57/ 2021 telah menetapkan pembebasan biaya sertifikasi bagi usaha mikro dan kecil (UMK). Dirinya meminta agar pelaku UMK untuk mengurus sertifikasi halalnya.

“Saya mengimbau kepada seluruh pelaku UMK untuk mengurus sertifikasi halal,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa sertifikasi penting untuk dilakukan karena bisa menambah nilai dalam produk. Dengan begitu dapat meningkatkan daya saing bagi UMK.

“Hal ini penting untuk meningkatkan daya saing dan menambah nilai produk. Sehingga diharapkan produk UMK dapat menjadi penguat ekonomi Indonesia, baik dalam skala nasional maupun internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut Maruf mengatakan bahwa pemerintah memang memberikan perhatian khusus kepada pengembangan UMK. Pasalnya UMK merupakan pelaku utama ekonomi dan keuangan syariah. Hal ini mengingat jumlahnya yang sangat besar.

“Perhatian yang diberikan pemerintah meliputi dukungan kebijakan permodalan, pelatihan manajemen dan pemasaran, serta kemudahan akses pasar. Termasuk melalui platform digital,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini