Indonesia Bakal Miliki 5 Kawasan Industri Halal

Dita Angga R, Jurnalis · Selasa 22 Juni 2021 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 320 2428970 indonesia-bakal-miliki-5-kawasan-industri-halal-DBTy6XjsrN.jpg Wapres Ma'ruf Amin soal Kawasan Industri Halal. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan, pemerintah terus mengupayakan pengembangan ekosistem industri halal. Salah satunya dengan mengembangkan Kawasan Industri Halal (KIH).

“Ini guna meningkatkan daya saing produk halal Indonesia melalui pengintegrasian proses produksi, dukungan logistic dan sertifikasi dalam suatu layanan terpadu,” ujar dalam acara Closing Ceremony Festival Syawal LPPOM MUI, Selasa (22/6/2021).

Baca Juga: Wapres Imbau Pelaku UMK Urus Sertifikasi Halal, Ini Alasannya

Maruf mengatakan bahwa saat ini, sudah ada tiga KIH. Di antaranya Modern Cikande Industrial Estate di Serang Banten, Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo Jawa Timur, dan kawasan industri halal Bintan Inti Halal Hub di Kabupaten Bintan.

“Insya Allah dalam waktu tidak lama lagi akan terbentuk lima KIH di berbagai wilayah,” pungkasnya.

Baca Juga: Wapres Harap Produk Sertifikat Halal Diterima Semua Negara Tujuan Ekspor

Dia mengatakan bahwa industri halal sekarang begitu dikenal di masyarakat. Bahkan menurutnya industri halal kini telah mendapatkan tempat tidak saja di kalangan masyarakat domestik tapi juga di kancah global.

“Hal ini menjadi potensi besar bagi Indonesia yang telah lama menaruh perhatian pada produk halal dan bercita-cita untuk menjadi produsen halal terbesar di dunia,” katanya.

Sementara itu, sebagai tindak lanjut UU Cipta Kerja, pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No 57/ 2021 telah menetapkan pembebasan biaya sertifikasi bagi usaha mikro dan kecil (UMK). Dia pun meminta agar pelaku UMK untuk mengurus sertifikasi halalnya.

“Saya menghimbau kepada seluruh pelaku UMK untuk mengurus sertifikasi halal,” ujar dia.

Dia mengatakan bahwa sertifikasi penting untuk dilakukan karena bisa menambah nilai dalam produk. Dengan begitu dapat meningkatkan daya saing bagi UMK.

“Hal ini penting untuk meningkatkan daya saing dan menambah nilai produk. Sehingga diharapkan produk UMK dapat menjadi penguat ekonomi Indonesia, baik dalam skala nasional maupun internasional,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini