IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan pada Level 6.052-6.142

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 07:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 278 2429426 ihsg-diprediksi-lanjutkan-penguatan-pada-level-6-052-6-142-zT62blaDNB.jpg IHSG Menguat (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Indeks saham akan berada di zona hijau pada level 6.052-6.142.

Menurut Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, secara teknikal IHSG menguat kembali uji resistance bearish trendline sebagai konfirmasi penguatan lanjutan.

Baca Juga: Lonjakan Kasus Covid-19 Bikin Saham Farmasi Cuan

"Indikator Stochastic bergerak terkonsolidasi dan MACD yang bergerak flat diarea middle oscillator. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support resistance 6.052-6.142," ujar Lanjar dalam risetnya, Rabu (23/6/2021).

Adapun saham-saham yang bisa dicermati secara teknikal di antaranya; ACST, AKRA, ASII, ASRI, BBNI, BBTN, HMSP, HOKI, JPFA, TINS, WTON.

Baca Juga: IHSG Tetap Menguat meski Corona Menggila, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 91,59 poin atau 1,53% ke level 6.087,84, setelah alami pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Investor terlihat memanfaatkan momentum koreksi yang cukup dalam sejak pekan lalu.

Indeks sektor kesehatan dan transportasi memimpin pelemahan disaat mayoritas indeks menguat cukup tinggi seperti properti, keuangan dan industri. Investor asing melakukan aksi penjualan bersih Rp472,42 miliar di seluruh pasar.

Sementara itu, indeks saham di Asia mayoritas menguat dipimpin oleh indeks Nikkei (+3.12%), TOPIX (+3.16%) dan CSI300 (+0.62%) yang naik tajam setelah terkoreksi diawal pekan. Indeks berjangka AS menguat terbatas karena investor mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi terhadap kekhawatiran inflasi menjelang kesaksian dari ketua the Fed nanti malam.

Bursa Eropa dibuka bevariasi dengan saham FTSE (+0.29%) naik disaat Eurostoxx (-0.18%), DAX (-0.21%) dan CAC40 (-0.05%) turun. Kenaikan saham energi mengimbangi penurunan saham teknologi, sementara kontrak AS stabil setelah lonjakan terbesar Indeks S&P 500 dalam sebulan.

Selanjutnya Investor akan menanti hasil kesaksian Jerome Powell pada sidang subkomite DPR tentang pinjaman darurat pandemi the Fed dan Program Pembelian Aset.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini