Kapasitas Produksi Capai 600.000 Ton, Saraswanti Ingin Kuasasi 10% Pangsa Pasar Pupuk

Rabu 23 Juni 2021 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 278 2429608 kapasitas-produksi-capai-600-000-ton-saraswanti-ingin-kuasasi-10-pangsa-pasar-pupuk-hzLi5zlLrb.jpg Saraswanti Incar Perluasan Pangsa Pasar Pupuk. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) membidik pangsa pasar 10% pupuk NPK nonsubsidi pada 2024. Kini, memasuki usia 23 tahun, produsen pupuk ini menguasai pangsa pasar 6%.

”Tahun 2021 ini, ketika kami berusia 23 tahun, market share Saraswanti di pasar pupuk NPK dalam negeri sekitar 6% dengan kapasitas produksi 600.000 ton per tahun," kata Direktur Utama Saraswanti Anugerah Makmur, Yahya Taufik, dikutip dari Harian Neraca, di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Baca Juga: Emiten Produsen Pupuk Ini Bakal Bagi-Bagi Dividen

Yahya menjelaskan, dengan pengalaman 23 tahun di industri pupuk NPK, Saraswanti dikenal sebagai produsen pupuk berkualitas. Bahkan, sejak 1998 hingga kini, jumlah tenaga kerja yang diserap terus meningkat.

"Sejak lahir pada 1998, kami terus berkembang dan patut disyukuri bisa menyerap 1.200 tenaga kerja," jelasnya.

Baca Juga: IPO, Saham SAMF Tetap Menguat 35% di Tengah Mewabahnya Covid-19

Strategi Saraswanti dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini, urai Yahya, salah di antaranya adalah dengan fokus menggarap pasar existing. Selain itu, tetap melakukan pengembangan pasar dengan senantiasa bersikap selektif.

"Strategi itu ketika diterapkan di tengah pandemi Covid-19 pada 2020, turut membuat kami bertahan di tengah masa sulit, bahkan tetap bertumbuh," tutur Yahya.

Terkait sikap selektif, tambahnya, Saraswanti sungguh-sungguh dalam menilai calon pelanggan pasar. Kondisi kesehatan finansial calon pelanggan dipelajari secara seksama guna memastikan kemampuan keuangan calon konsumen. Sementara itu, tambah Yahya, Saraswanti juga tak pernah diam untuk menambah kapasitas produksi sekalipun dalam kondisi pandemi. Tahun lalu, Saraswanti menambah kapasitas produksi di dua pabrik, yakni Sampit (Kalimantan) dan Medan (Sumatera Utara).

"Penambahan kapasitas itu dilakukan setelah kami IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Maret 2020," paparnya.

Tahun 2021, ujar dia, pihaknya berencana menambah kapasitas produksi di pabrik yang terletak di Mojokerto (Jawa Timur). Penambahan itu akan menggenapi total kemampuan produksi pupuk Saraswanti menjadi sebesar 700.000 ton pada tahun depan.

"Tahun ini, kami menambah satu line produksi di pabrik Jawa Timur sehingga pada kuartal I-2022 kapasitas produksi kami sebesar 700.000 ton per tahun. Saraswanti dalam membuat rencana tidak sebatas perencanaan, tapi selalu mewujudkannya di lapangan," tutur Yahya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini