Dampak Covid-19 Berlanjut, Citatah Masih Bukukan Rugi Rp8,95 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 278 2429692 dampak-covid-19-berlanjut-citatah-masih-bukukan-rugi-rp8-95-miliar-b5rX6yc8lA.jpg Grafik Ekonomi (Shutterstock)

JAKARTA - Masih berlanjutnya pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Citatah Tbk (CTTH). Setelah di tahun lalu rugi, kini perseroan masih mencatatkan rugi bersih senilai Rp8,951 miliar di kuartal pertama 2021 atau menyusut 60% dibandingkan priode yang sama tahun lalu rugi bersih Rp20,1 miliar.

Sehingga rugi per saham dasar tercatat Rp7,27. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.

Sebaliknya, penjualan emiten yang bergerak di bisnis ekstraksi dan pemrosesan marmer ini mengalami kenaikan 29,47% menjadi Rp24,678 miliar. Rincianya, penjualan limestone naik 49,23% menjadi Rp14,87 miliar. Sedangkan penjualan bahan bangunan produk luar negeri naik 49,23% menjadi Rp9,79 miliar. Namun, beban pokok penjualan bengkak 7,18% menjadi Rp17,91 miliar. Sehingga laba kotor melonjak 195,19% menjadi Rp6,76 triliun.

Sementara itu aset terkumpulkan sebesar Rp688,019 miliar, menyusut 0,72% dibandingkan akhir tahun 2020 sebesar Rp693,6 miliar. Sementara arus kas yang diperoleh dari aktivitas opersi sebesar Rp2,73 miliar, membaik dibandingkan kuartal I 2020 yang mencatatkan kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp11,4 miliar.

Baca Juga: Intip Aksi Korporasi Emiten Hari Ini, Pemberitahuan RUPS hingga Bayar Dividen

Direktur Citatah, Tiffany Johanes pernah mengungkapkan, pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap sejumlah proyek konstruksi dan properti sehingga pengerjaannya menjadi terhambat. Akibatnya, pengiriman marmer atau produk CTTH kepada pelanggan pun menjadi tertunda.

Kata Tifanny, CTTH sebenarnya sudah mengantongi sejumlah kontrak dan pengiriman produk hingga pertengahan tahun 2020 kemarin. Dengan adanya kontrak dan pengiriman tersebut, setidaknya CTTH bisa mengantongi penjualan hingga Rp175 miliar pada 2020. Namun karena terganjal Covid-19, penjualan yang bisa dikantongi CTTH pun diproyeksikan hanya sebesar Rp90,69 miliar.

 Baca Juga: Emiten Tekstil Pan Brothers Raup Laba USD2,2 Juta di Kuartal I

Tiffany merinci, pasar domestik diprediksi masih mendominasi dengan porsi sebesar Rp 58,57 miliar sedangkan penjualan dari ekspor mencapai sekitar Rp 32,11 miliar. Diakuinya, tidak optimalnya kinerja penjualan membuat CTTH diproyeksikan bakal menanggung rugi sekitar Rp 37,56 miliar sepanjang tahun 2020.

"Dengan adanya penundaan (proyek dan pengiriman) kerugian kurang lebih sampai akhir tahun 2020 sekitar Rp 37 miliar," kata Tiffany seperti dikutip Neraca, Rabu (23/6/2021).

Pada semester I-2020 kemarin, penjualan CTTH tercatat sebesar Rp 42,6 miliar atau anjlok 57,19% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Merosotnya penjualan diikuti dengan kinerja CTTH yang berbalik rugi sebesar Rp 20,74 miliar dibandingkan Semester I-2019 yang meraih laba di angka Rp 1,32 miliar.

Dari sisi operasional, Tifanny mengungkapkan bahwa kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengharuskan protokol kesehatan secara ketat, serta menurunnya pesanan dan pengiriman produk membuat output tambang dan pabrik CTTH ikut merosot dan mengalami penyesuaian.

Dalam periode semester I-2020, produksi tambang CTTH di pangkep Sulawesi Selatan turun 49% dari periode yang sama tahun lalu menjadi 358 m3 per bulan. Kondisi serupa terjadi pada dua pabrik CTTH yang terletak di Pangkep dan Karawang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini