Perusahaan Tambang Emas Pangkas IPO Jadi Rp3,72 Miliar Saham

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 278 2429869 perusahaan-tambang-emas-pangkas-ipo-jadi-rp3-72-miliar-saham-xUUhZVZxN7.jpg Grafik Ekonomi (Shutterstock)

JAKARTA - Perusahaan tambang emas, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) telah menetapkan harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di level Rp 750 per saham. Selain itu, perseroan juga memangkas jumlah saham yang dilepas menjadi 3,72 miliar saham atau setara dengan 15% saham dari ditempatkan dan disetor penuh, dibandingkan rencana semula sebanyak 4,96 miliar saham atau 20%. 

Perseroan menyebutkan, dana yang bakal diraup dari aksi korporasi tersebut mencapai Rp 2,79 triliun. Asal tahu saja, Archi akan melepas sebanyak 3,72 miliar saham ke publik dengan harga penawaran berkisar Rp 750 per saham. Adapun saham yang dilepas ini mewakili 20% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Perseroan juga akan mengalokasikan sebesar 0,02% dari saham baru kepada karyawan (employee stock allocation/ESA) dengan harga yang sama dengan harga penawaran. Saham tersebut juga dialokasikan sebesar 1,61% dari modal untuk management and employee stock option program (MESOP) atau setara dengan 400 juta saham.

Perseroan menunjuk PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, serta PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana IPO. Sedangkan masa penawaran umum ditargetkan pada 22-24 Juni 2021 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Juni 2021. Pemesanan menggunakan sistem elektronik melalui website www.e-ipo.co.id.

Baca Juga: Emiten Tekstil Pan Brothers Raup Laba USD2,2 Juta di Kuartal I

Sementara itu, Direktur Archi Indonesia Adam Jaya Putra mengatakan, perseroan sempat berencana melakukan IPO saham pada 2014. Pasalnya, pemegang saham pengendali, yakni Rajawali Group menginginkan Archi tidak hanya tercatat di bursa London, namun juga bursa Indonesia.

"Pada 2013, Archi Indonesia sudah tercatat di bursa saham London, namun Rajawali Group yang saat itu memiliki 52% saham di Archi menginginkan Archi yang memiliki aset di Indonesia untuk mencatatkan saham di Indonesia," ujar dia dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Guna mendukung hal ini, Rajawali kemudian meningkatkan sahamnya di Archi menjadi 98% dan kemudian 100%. Namun demikian, melihat harga saham yang kurang mendukung, perseroan menunda rencana untuk IPO pada 2014.

Baca Juga: Hei Investor! Intip Aksi Emiten Hari Ini, Ada yang Mau Tebar Dividen

Kendati demikian, Wakil Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra menjelaskan, perseroan tetap berkeinginan untuk melakukan IPO saham. Perseroan juga meningkatkan kapasitas untuk bisa mendukung aksi IPO. Salah satunya adalah dengan meningkatkan cadangan emas, dari 2 juta ton pada 2014 menjadi 4 juta ton pada 2020.

Produksi emas, lanjut Rudy juga terus meningkat. Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, produksi emas Archi meningkat dari 200 ribu ons per tahun menjadi 270 ribu ons per tahun.

"Dengan melihat track record dan kenaikan harga emas, kami melihat 2021 menjadi timing yang tepat untuk melakukan IPO," ungkap dia.

Dengan menjadi perusahaan terbuka, Rudy melanjutkan, perseroan bisa mengembangkan dan mengakselerasi rencana bisnis sekaligus meningkatkan tata kelola perusahaan. Tujuan lainnya adalah untuk mengajak masyarakat berinvestasi di saham Archi karena Archi memiliki eksposur penuh terhadap bisnis pertambangan emas yang merupakan komoditas dengan nilai yang stabil dan sangat menarik bagi investor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini