Diduga Pinjol Salah Transfer, Nasabah Ini Dapat Uang Kaget Rp1,5 Juta

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 320 2429497 diduga-pinjol-salah-transfer-nasabah-ini-dapat-uang-kaget-rp1-5-juta-d4wLSDiOXG.jpg Nasabah Ini Diduga Dapat Uang Kaget yang Masuk ke Rekeningnnya. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Sebuah unggahan dari salah satu nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) viral di media sosial, Twitter. Unggahan tersebut berisi pertanyaan seorang nasabah karena ditransfer sejumlah uang secara tiba-tiba ke rekeningnya.

Melalui akun Twitter pribadinya @indiratendi mengaku tiba-tiba mendapatkan kiriman uang sejumlah Rp1,5 juta dari Syaftraco. Awalnya, dia mengira Syaftraco merupakan salah satu pinjaman online (pinjol).

Baca Juga: Ditemukan Deposito Bodong Rp20,1 Miliar, BNI Tempuh Jalur Hukum

“Halo @BNI saya tiba-tiba ditransfer uang Rp1.511.000 dari Syaftraco. Setelah googling ternyata ini pinjaman online padahal saya tidak pernah apply pinjaman apa-apa. Gimana ya? Apa uangnya bisa dikembalikan,” tulis @indiratendi, Minggu (20/6/2021).

Dia mengungkapkan bahwa uang tersebut masuk ke rekening dan tidak ada notifikasi seperti transaksi-transaksi biasanya. Sementara itum dia mengaku telah menggunakan layanan SMS Banking.

Baca Juga: Tutup 96 Kantor Cabang, BNI Pastikan Tak PHK Karyawan

“Btw saya pake SMS banking. Kalau ada dana masuk/keluar biasanya ada SMS masuk. Untuk transferan syaftraco ini ga ada SMS yg masuk, padahal pulsa saya masih 12rb. Saya tau ada uang 1,5jt itu karena kebetulan td login mobile banking, ibu saya minta beliin pulsa listrik,” kata dia.

Kemudian @indiratendi mengaku, pihak Syaftraco sudah menghubunginya untuk menjelaskan terkait uang Rp1,5 juta tersebut. Diketahui, Syaftraco bukanlah pinjaman online.

“Pihak dari Syaftraco udah hubungi aku utk menjelaskan masalah ini. Syaftraco itu perusahaan transfer dana, dan transaksi yg masuk ke aku kemarin dilakukan oleh Wise (dulu namanya TransferWise). Wise ini aplikasi untuk kirim uang ke mata uang yang berbeda,” ujar IndiraTendi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini