Bukalapak Dijadwalkan IPO 29 Juli dengan Kode Emiten BUKA

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 278 2430112 bukalapak-dijadwalkan-ipo-29-juli-dengan-kode-emiten-buka-WJUtsSoX5G.jpg Bukalapak Segera IPO di BEI. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bukalapak direncanakan segera melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Hal tersebut diketahui setelah adanya dokumen terkait IPObocor ke publik.

Perusahaan e-commerce ini akan menggunakan kode sticker BUKA pada IPO nanti.

Berdasarkan dokumen IDX Mini Expose yang diperoleh MNC Portal Indonesia, Bukalapak direncanakan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Juli 2021. Diketahui, Bukalapak pertama kali melakukan registrasi IPO ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 Mei 2021 dan akan menjalani bookbuilding & roadshow pada 28 Juni 2021.

Baca Juga: 3 Emiten Baru Siap Melantai di BEI, Berikut Daftar Perusahaan dan Jadwal IPO

Bukalapak menggandeng Mandiri Sekuritas dan Buana Capital Sekuritas sebagai Joint Lead Managing Underwriter serta UBS Sekuritas Indonesia sebagai Domestic Underwriter.

Bukalapak juga menggandeng UBS dan BofA Securities sebagai Joint Global Coordinators serta UBS, BofA Securities, dan Mandiri Sekuritas sebagai Joint Bookrunners.

Pada IPO nanti, Bukalapak akan melepas sebanyak-banyaknya 25% dari total modal yang disetor dan ditempatkan, dimana jumlah tersebut termasuk Employee Stock Allocation (ESA) maksimal 0,1 persen. Bukalapak juga akan menawarkan opsi management and employee stock option (MESOP) sebanyak-banyaknya 4,91% dari total penawaran dan modal disetor.

Baca Juga: 18 Perusahaan Sudah Cobain e-IPO

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut satu perusahaan e-commerce Indonesia telah mendaftarkan diri untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Kabar yang beredar di pasar, e-commerce tersebut adalah Bukalapak.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, membenarkan informasi mengenai e-commerce yang mendaftar untuk IPO, namun tidak bersedia menyebut nama perusahaan tersebut.

"Terkait dengan informasi mengenai adanya e-commerce dalam pipeline (IPO, Red), memang benar terdapat e-commerce yang telah menyampaikan dokumen. Untuk nama calon perusahaan tercatat, Bursa belum dapat menyampaikan," ujar Nyoman Yetna, dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

Menurut dia, informasi mengenai nama calon perusahaan tercatat atau emiten di bursa baru dapat disampaikan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik.

"Ini sesuai dengan ketentuan OJK dalam Peraturan Nomor IX.A.2," ungkap Nyoman Yetna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini