BKPM Bereskan Investasi Mangkrak Rp513 Triliun pada 2020

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 320 2430226 bkpm-bereskan-investasi-mangkrak-rp513-triliun-pada-2020-Fv4nQrwlQ7.jpg BKPM Bereskan Investasi yang Sempat Mangkrak. (Foto: Okezone.com/PTSP DKI Jakarta)

JAKARTA - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat adanya investasi mangkrak Rp718 triliun pada 2020. Meski demikian, proses penyelesaian sudah menyentuh angka Rp513 triliun hingga sepanjang 2020.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut, penyelesaian investasi mangkrak menjadikan sebab utama tingginya realisasi investasi pada tahun lalu yakni mencapai Rp826 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari proyeksi BKPM sebesar Rp817 triliun.

Baca Juga: Ingin Investasi Bantu Negara dengan Modal Rp1 Juta? Coba Intip SBR010

"Karena memang di awal tahun 2020 itu terjadi investasi mangkrak kita sebesar Rp718 triliun dan sekarang kita sudah mampu menyelesaikan kurang lebih Rp513 triliun. Itulah kenapa proses realisasi investasi kita di 2020 masih tetap baik sekalipun kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir," ujar Bahlil dalam webinar Universitas Indonesia, Kamis (24/6/2021).

Dalam catatan BKPM, realisasi investasi di kuartal IV-2020 sebesar Rp214,7 triliun atau naik 2,7% dibanding bulan sebelumnya. Jika dibandingkan tahun 2019, investasi kuartal IV-2020 naik sebanyak 3,1%.

Baca Juga: Investasi Perikanan Indonesia Kalah dengan Thailand, Kok Bisa?

Bahlil mengatakan, capaian tersebut terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp103,6 triliun (48,3%) dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp111,1 triliun (51,7%).

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan investasi PMDN pada kuartal IV-2020 meningkat sebesar 0,7%. Sedangkan, investasi PMA pada naik tersebut naik 5,5%.

"Yang menarik, PMA lebih tinggi dari PMDN, baik secara kuartal atau year on year (yoy)," katanya dalam konferensi persnya, Senin (25/1/2021).

Dia menjelaskan, tingginya PMA dibandingkan dengan PMDN pada kuartal IV didorong atas adanya vaksin. Selain itu, pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja juga memberikan dampak positif bagi investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini