Investasi Perikanan Indonesia Kalah dengan Thailand, Kok Bisa?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 320 2430230 investasi-perikanan-indonesia-kalah-dengan-thailand-kok-bisa-83jFGSyti2.jpg Investasi Perikanan Indonesia Masih Kalah Dibanding Thailand dan Vietnam. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA) yang bisa dimanfaatkan dalam meningkatkam investasi. Hanya saja dalam realisasinya, investasi di Indonesia masih kalah dibanding Thailand dan Vietnam dalam hal industri ikan.

"Kita punya masa keemasan yang namanya ikan. Ikan kita enggak akan pernah habis, hanya butuh peremajaan saja. Tapi kita sudah kalah dengan industri Vietnam dan Thailand yang efisien," kata Bahlil dalam video virtual, Kamis (24/6/2021).

Baca Juga: Ingin Investasi Bantu Negara dengan Modal Rp1 Juta? Coba Intip SBR010

Untuk itu, dia memastikan proses mengurus perizinan sekarang jauh lebih efisien karena tidak perlu lagi bertemu banyak Kementerian. Lantaran, perizinan investasi dilakuka semua transparan lewat sistem.

"Nah bagaimana investasi ke depan, saya pikir visi Presiden salah satunya transformasi ekonomi dan transformasi ekonomi ini kita bicara hilirisasi yang ujungnya bagaimana memberikan nilai tambah," katanya.

Baca Juga: BKPM Bereskan Investasi Mangkrak Rp513 Triliun pada 2020

Dia menambahkan Indonesia dalam pemahaman dunia internasional merupakan negara kaya akan sumber daya alam. Tapi dari sekian banyak kekayaan sumber daya alam , belum terjadi hilirisasi dalam rangka penciptaan nilai tambah.

" Maka saya meyakinkan bahwa perizinan sudah berbasis elektronik dan via OSS. Di semua Kementerian dan Lembaga sekarang perizinan sudah satu pintu di Kementerian Investasi/BKPM dan itu melalui OSS," tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat adanya investasi mangkrak Rp718 triliun pada 2020. Meski demikian, proses penyelesaian sudah menyentuh angka Rp513 triliun hingga sepanjang 2020.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut, penyelesaian investasi mangkrak menjadikan sebab utama tingginya realisasi investasi pada tahun lalu yakni mencapai Rp826 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari proyeksi BKPM sebesar Rp817 triliun.

"Karena memang di awal tahun 2020 itu terjadi investasi mangkrak kita sebesar Rp718 triliun dan sekarang kita sudah mampu menyelesaikan kurang lebih Rp513 triliun. Itulah kenapa proses realisasi investasi kita di 2020 masih tetap baik sekalipun kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir," ujar Bahlil dalam webinar Universitas Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini