Bahlil: Kita Tak Boleh Ekspor Bahan Mentah seperti Zaman VOC

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 320 2430255 bahlil-kita-tak-boleh-ekspor-bahan-mentah-seperti-zaman-voc-a9G1aM1qpA.jpg Menteri Investasi Bahlil (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut ekspor yang dilakukan Indonesia saat ini tidak jauh berbeda dengan zaman perdagangan dengan persekutuan dagang asal Belanda, Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Saat itu, Indonesia mengekspor bahan baku atau barang mentah.

"Bahwa mulai sekarang kita harus mulai mencintai negara kita. Tidak boleh lagi kita terlalu banyak mengekspir material bahan baku. Karena ekspor kita di zaman VOC dengan sekarang sama aja, tidak ada perbedaan," " Kata Bahlil dalam video virtual, Kamis (24/6/2021).

Baca Juga: Ditarget Rp900 Triliun, Menteri Investasi: Pekerjaan Berat Sekali

Kata dia, pemerintah telah menyusun berbagai langkah komprehensif dengan master plan dan startegi yg sudah barang tentu mendorong investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Baca Juga: Bahlil Pusing, Target Investasi Naik tapi Anggaran Diturunkan

"Ketika saya masuk sebagai Kepala BKPM, empat hari pertama saya menyetop ekspor ore nikel. Di saat bersamaan, jadwal ekspor nikel berakhir di 1 Januari 2020. Kami melarang ekspor tanggal 27 Oktober 2019. Saya di demo oleh para pengusaha karena dulu saya juga usaha di bidang pertambangan," bebernya

Dia menambahkan Indonesia menurut sudah saatnya untuk dikenal dunia sebagai negara industrialis yang salah satunya menghasilkan baterai mobil listrik

"Komitmen kita sekarang ialah mendorong terjadinya industri. Maka karena itu kita stop ekspor nikel agar penambah nikel di negara kita tidak kena dampak kebijakan negara, maka kita kita bikin HPM agar penambang bisa tetap hidup," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini