Pembelian Kambing dan Sapi Kurban Bisa Menggerakan Ekonomi di Tengah Pandemi

Antara, Jurnalis · Jum'at 25 Juni 2021 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 320 2430765 pembelian-kambing-dan-sapi-kurban-bisa-menggerakan-ekonomi-di-tengah-pandemi-BNRLcyx1Lh.jpg Hewan Kurban (Foto: Okezone)

JAKARTA - Belanja kurban atau pembelian hewan kurban oleh masyarakat yang mampu akan membantu menggerakkan perekonomian rakyat di tengah pandemi.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat dia menyatakan jumlah orang yang bekerja di sektor pertanian dan peternakan tumbuh lebih dari 2% selama pandemi, artinya sektor tersebut dapat menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga: Menko Airlangga: The Centre of Future Knowledge Mendukung Dunia Bisnis yang Lebih Baik

"Kalau begitu kelompok menengah ke atas jumlahnya lebih banyak dan saya yakin sekitar 40 juta keluarga dapat berbelanja kurban. Maka itu sangat membantu dalam menggerakkan perekonomian rakyat," kata Pakar ekonomi Hendri Sapartini dilansir dari Antara, Jumat (25/6/2021).

Menurut dia, karena sebagian besar orang Indonesia itu berkurban dengan kambing, dan kambing ini adalah hewan ternak yang diternak di domestik bukan dari impor. Maka dengan hal tersebut, akan berdampak besar pada ekonomi peternak kecil.

Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Jadi Kotak Pandora Bagi Ekonomi RI

Jadi kalau ada 29 juta orang bekerja di sektor pertanian dan peternakan, kemudian belanja, lanjutnya, maka akan ada optimisme bahwa sebenarnya ekonomi kita tidak berhenti.

"Inilah saatnya untuk berbelanja dan untuk tidak menahan belanja kurban. Karena itu akan berdampak bagi jutaan peternak di Indonesia, dan itu akan menjadi harapan baru bahwa ekonomi Indonesia ada kesempatan untuk pulih,” ujar Hendri Saparini.

Peneliti Senior IDEAS Ahsin Aligori menyatakan optimisme laju ekonomi di tengah pandemi tidak terlepas dari pemerataan daging kurban.

Riset IDEAS di tahun 2020 lalu, ternyata Jabodetabek merupakan pasar utama kurban terbesar di Indonesia dan secara pendistribusian mengalami surplus sampai 24.000 ton daging kurban yang berputar di wilayah tersebut sementara di wilayah lain mengalami defisit daging kurban.

"Dengan adanya kurban diharapkan bisa menjadi momentum pemerataan daging kurban ke pelosok secara adil. Sehingga masyarakat pedesaan dapat terpenuhi konsumsi protein hewani yang sampai saat ini masih terjadi ketimpangan, antara kota dengan desa mengenai konsumsi protein hewani." katanya.

Senada dengan itu pengamat ekonomi Aviliani menyatakan pandemi saat ini menambah jumlah kemiskinan, dengan adanya kurban bisa dimaksimalkan dalam membantu masyarakat dalam pemenuhan gizi, karena beban masyarakat di tengah pandemi ini tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi, namun juga kebutuhan vitamin.

"Mayoritas pekurban adalah orang kaya di Jabodetabek dan pendistribusian kurban masih di area yang sama. Sehingga melalui Dompet Dhuafa dapat menyalurkan di luar Jabodetabek, bahkan di luar Pulau Jawa," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini