Kisruh Data Penerima BLT UMKM Terus Dievaluasi

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 25 Juni 2021 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 320 2430875 kisruh-data-penerima-blt-umkm-terus-dievaluasi-ODFYWYUuec.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Dana bantuan BLT UMKM banyak dikritik karena prosesnya tumpang tindih dan tidak semua pelaku UMKM mendapatkan. Karena itu Kemenkop UKM berjanji terus mengevaluasi data-data penerima mulai dari level Dinas Koperasi Kabupaten Kota hingga ke Kementerian.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesKemenkopUKM) Arif Rahman Hakim mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi dan perbaikan penyaluran BLT UMKM agar tepat sasaran.

Baca Juga: BPK Temukan BLT UMKM Tak Tepat Sasaran, Ini Penyebabnya

Perbaikan data penerima terus dilakukan di setiap tingkat dan berulang-ulang. Evaluasi dilakukan dari level Dinas Kabupaten/Kota hingga di Kementerian Koperasi dan UKM.

"Apabila ada temuan data terbaru mengenai penerima BPUM segera ditindaklanjuti," kata Arif saat dihubungi Okezone di Jakarta (25/6/2021).

Dia mengatakan bila ditemukan penerima yang tidak sesuai kriteria dan dana tersebut belum dicairkan, maka dana langsung diblokir oleh bank penyalur.

Baca Juga: Anggaran Tambahan BLT UMKM Masih Belum Cair

Sejauh ini pihaknya telah menyalurkan sesuai rekomendasi BPK. Selain itu juga telah dilakukan pengujian terhadap dana yang disetorkan ke kas negara. "Semua yang kami lakukan tersebut di atas sudah dinilai oleh BPK dan Laporan Keuangan Kemenkop UKM mendapatkan opini WTP," tambahnya.

Dia menilai terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan ketidaktepatan penerima BPUM, yakni belum adanya satu data atau database terkait dengan UMKM. Selain itu soal waktu pendataan dan penyaluran juga sangat terbatas. Karena di tengah pandemi COVID-19, jadi dibutuhkan kecepatan penyaluran kepada UMKM yang terkena dampak."Jadi verifikasi atau pengecekan data terus menerus dilakukan," jelasnya.

Sementara terkait hasil pemeriksaan BPK tentang penyaluran subsidi bunga atau margin KUR yang belum tersalurkan, telah dilakukan rekonsiliasi dengan bank penyalur dan sedang dalam proses pengembalian ke kas negara.

Sebelumnya Ketua DPD Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Sumatera Selatan Masayu Lela mengeluhkan para penerima bantuan dana hibah BPUM untuk UMKM sengaja diam bila sudah menerima dana bantuan. Hal ini dicurigainya karena banyak yang ingin memanfaatkan kisruh data ganda sehingga terjadi beberapa kali penyaluran.

"Harusnya langsung bicara bila sudah menerima dana bantuan UMKM. Tapi biasanya hanya bicara kalau belum terima. Tapi kalau sudah cair, langsung pada diam. Ini semakin berisiko karena juga ada data ganda," ujar Masayu saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Dia mengonfirmasi bantuan UMKM dari Kemenkop UKM sudah cair di wilayah Sumatera Selatan. Sebagian besar diterima oleh pelaku UMKM di kota Palembang.

Sementara di daerah lainnya masih ada yang belum menerima seperti di Musi Banyuasin.

Namun dirinya juga mengkritisi proses pencairan BPUM ini yang masih bermasalah di lapangan. Salah satunya adalah tumpang tindih data yang mengajukan bantuan antara pihak pengusul dari Asosiasi, RT, Kelurahan, hingga Kades.

"Pengusulan sebaiknya cukup dari Dinas Koperasi UKM melalui pihak asosiasi yang memiliki legalitas jelas. Pihak asosiasi yang bertanggung jawab atas seluruh data anggota UMKM di Sumsel," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini