Cari Cadangan Baru, Pertamina Survei Eksplorasi Migas Melalui Udara

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Jum'at 25 Juni 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 320 2431004 cari-cadangan-baru-pertamina-survei-eksplorasi-migas-melalui-udara-X4AvTgcKWc.jpg Gedung Pertamina (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sebagai komitmen dalam ketahanan energi negeri, Pertamina selalu melakukan inovasi dalam kegiatan hulu migas guna mendukung program pemerintah menuju 1 juta BOPD pada tahun 2030. Salah satu upayanya yaitu agresif mencari cadangan baru melalui aktivitas eksplorasi.

"Kami menyadari bahwa untuk keberlangsungan perusahaan, kami harus aktif dan masif melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru. Dan untuk mengawali aktivitas eksplorasi harus didahului dengan survei geofisika untuk membantu mendapatkan gambaran bawah permukaan bumi," ujar Direktur Eksplorasi PHE Subholding Upstream Pertamina Medy Kurniawan dalam siaran pers, Jumat (25/6/2021).

Medy menambahkan, sebagai Komitmen Kerja Pasti (KKP) PHE di Lapangan Jambi Merang, yang ditandatangani pertama pada 31 Mei 2018 dan berlaku efektif mulai 9 Februari 2019, PHE berkomitmen untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang telah diinisiasi selama 3 tahun berjalan baik di wilayah kerja Jambi Merang maupun di wilayah terbuka.

Baca Juga: 10 Aksi Ahok sejak Jadi Komut Pertamina, Paling Heboh Hapus Fasilitas Kartu Kredit

Dia menjelaskan, Komitmen Kerja Pasti (KKP) Jambi Merang di wilayah terbuka ini merupakan komitmen yang mendukung program pemerintah untuk memperoleh data eksplorasi terbaru sehingga menarik investasi kegiatan eksplorasi di Indonesia.

Pada tahun 2021 ini, pelaksanaan KKP Jambi Merang di Wilayah Terbuka di antaranya survei Airborne Full Tensor Gradiometry (FTG) yang akan dilaksanakan melalui survei FTG Cekungan Iwur-Akimeugah dan FTG Cekungan Bintuni-Salawati serta survei seismik dengan menggunakan vibroseis untuk memetakan potensi sub volcanic play di Pulau Jawa.

Baca Juga: Rugi Jual Pertamax, Sinyal Pertamina Naikkan Harga BBM

 Keseluruhan survei FTG di daerah frontier ini akan memiliki panjang lintasan sekitar 54.000 km dengan luas cakupan area kurang lebih 105.000 km2 dengan menggunakan pesawat Basler BT67 dan Twin Otter.

"Survei Airborne & Processing FTG di Wilayah Terbuka merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Pertamina melalui salah satu anak perusahaan Subholding Upstream," kata Medy.

Medy menjelaskan, cara kerja FTG adalah dengan mengukur laju perubahan gravitasi ke segala arah medan yang disebabkan oleh geologi bawah permukaan. Ini akan memetakan informasi yang dihasilkan oleh kontras kepadatan yang dihasilkan dari stratigrafi dan graphic perubahan struktural tanah.

VP New Ventures Subholding Upstream Agung Prasetyo mengatakan, dengan kecanggihan FTG ini, diharapkan dapat memetakan secara regional struktur bawah permukaan dan membantu mengoptimalkan desain survei seismic 2D.

"Dengan dimulainya survei melalui udara kali ini, diharapkan tujuan pemetaan survei seismic 2D dapat terpenuhi dan memberikan manfaat yang lebih bagi pemerintah dalam mendukung ketahanan energi negeri," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini