Bisnis Properti Tumbuh, Duta Pertiwi Bidik Pendapatan Rp2,05 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 25 Juni 2021 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 470 2430891 bisnis-properti-tumbuh-duta-pertiwi-bidik-pendapatan-rp2-05-triliun-RTZnNkgx0u.jpg Bisnis Properti Tumbuh (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kembali meningkatnya angka terpapar memberikan kekhawatiran bagi pelaku usaha dan termasuk dampak bagi industri properti. Namum demikian, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), anak usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tetap optimistis meraih target pendapatan usaha senilai Rp2,05 triliun di tahun 2021. Raihan tersebut tumbuh 19% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Duta Pertiwi Tbk, Teky Mailoa menuturkan, optimisme tersebut tercermin dari pencapaian perseroan di kuartal I 2021. Pendapatan usaha di tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp 351,95 miliar. Sementara laba bersih Rp 228,29 miliar atau tumbuh 73,81% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun lalu. 

“Kami optimistis bisnis properti akan pulih di 2021 meski ada tantangan pandemi Covid-19. Upaya pemerintah dalam penanganan pandemi dan vaksinasi kita apresiasi. Hal tersebut akan mendorong rasa aman masyarakat untuk secara perlahan kembali beraktivitas seperti biasa,”ujarnya seperti dikutip Neraca, Jumat (25/6/2021).

Baca Juga: Bisnis Properti di AS Bangkit dari Pandemi Covid-19

Saat ini, Duta Pertiwi masih memiliki tanah yang belum dikembangkan (landbank) sekitar 1.280 hektare yang tersebar di beberapa kota besar termasuk Jabodetabek dan Surabaya. Perseroan sejak tahun lalu fokus mengembangkan beberapa proyek utama seperti Apartement Aerium, mixed used Apartment Southgate yang mencakup proyek apartemen, gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan ritel.

Pada akhir tahun 2020, perseroan membukukan pendapatan usaha positif meski dibawah bayang-bayang pandemi Covid-19, yakni sebesar Rp 1,72 triliun. Pendapatan usaha DUTI tahun lalu didominasi oleh penjualan tanah dan bangunan senilai Rp 1,08 triliun atau setara 62,88% dari pendapatan. Selanjutnya, kontribusi sewa senilai Rp 489,73 miliar (28,39%), hotel sebesar Rp 16,19 miliar, arena rekreasi Rp 1,05 miliar, dan lain-lain sebesar Rp 133,29 miliar.

Baca Juga: Pengusaha Properti Harap Insentif PPN Ditanggung Pemerintah Diperpanjang

Namun, laba bersih merosot 51,6% menjadi Rp 533,73 miliar, akibat naiknya biaya keuangan dari kontrak dengan pelanggan serta penurunan keuangan dari kegiatan pengelolaan properti.

Sementara itu, Direktur Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya juga menyakini kinerja keuangan tahun ini masih tumbuh positif. Terlebih, sepanjang tiga bulan pertama 2021, perseroan telah membukukan pertumbuhan. Hal tersebut tidak lepas dari beragam insentif yang dikeluarkan oleh pemerintah dan produk serta program pemasaran BSD.

BSD berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 11,59% atau mencapai Rp 1,67 triliun dibandingkan periode yang sama 2020 sebesar Rp 1,50 triliun.

Bahkan laba bersih melonjak 126,58% menjadi Rp588,30 miliar dari periode yang sama yakni sebesar Rp259,65 miliar. Sementara itu, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BSD menyepakati untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2020. Di mana, laba bersih perseroan tahun 2020 sebesar Rp281,70 miliar akan digunakan untuk memperkuat permodalan tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini