Inspirasi Bisnis Fesyen, Intip Analisis Usahanya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 26 Juni 2021 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 26 455 2431340 inspirasi-bisnis-fesyen-intip-analisis-usahanya-ZSjUzz8Pya.jpg Tips Memulai Bisnis (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bisnis di sektor ekonomi kreatif terus mengalami perkembangan, bahkan di tengah situasi sulit karena pandemi Covid-19. Salah satu subsektor ekonomi kreatif yaitu industri di bidang fashion. Salah satu cara untuk berusaha di bidang fashion adalah menjadi fashion desainer.

Satu hal yang penting untuk diingat, menjalankan bisnis ini adalah harus selalu mengikuti trend fashion yang sedang berkembang. Jika tidak, maka hasil rancangan yang dibuat akan terkesan kuno dan ketinggalan zaman. Artinya, ide harus selalu diperbaharui.

Baca Juga: Menperin Pamer Kekuatan Industri Fesyen Muslim Indonesia

Bagaimana memulai dan menjalankan bisnis sebagai seorang fashion designer atau perancang busana? Simak pembahasannya berikut ini, dikutip dari buku Ide-Ide Usaha untuk Freelancer di Bidang Industri Kreatif karya JUD, Sabtu (26/6/2021).

Fashion designer sebenarnya bukanlah bisnis, tetapi lebih merujuk kepada pelaku bisnis. Fashion designer merupakan orang yang kreatif dan profesional yang merancang busana dengan pola yang spesifik, untuk tujuan yang spesifik, dan pasar yang spesifik pula. Sementara bisnisnya disebut sebagai fashion design.

Baca Juga: Rugi Rp5,25 Triliun, Levi's Akan Pangkas 700 Pekerjaan

Bisnis fashion design merupakan suatu bisnis yang berhubungan dengan proses perancangan pola atau model busana. Secara umum bisnis ini memiliki cakupan yang luas. Jenis busana yang dirancang bisa beraneka ragam, misalnya gaun pengantin, kebaya, gaun malam, celana, dan lain sebagainya.

Modal yang diperlukan dan harus dipersiapkan para fashion designer ada beberapa hal, yaitu pengetahuan mengenai mode disertai keahlian dan keterampilan yang mumpuni di bidang tersebut, kreativitas dalam merancang busana, dan wawasan mengenai perkembangan mode.

Salah satu tujuan menjalankan bisnis adalah memperoleh pendapatan dan keuntungan. Sebelum memperoleh keuntungan terdapat perhitungan titik impas atau balik modal yang dikenal dengan break even point (BEP).

Selain itu bisnis juga harus mengeluarkan biaya, baik untuk membeli peralatan maupun produksi biaya. Dalam bisnis fashion design dapat dikategorikan menjadi dua komponen yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Berikut analisis usaha untuk rancangan baju pengantin:

Biaya tetap:

Mesin jahit Singer: Rp2500.000

Mesin obras: Rp1.875.000

Patung manekin: Rp1.500.000

Gunting: Rp12.000

Pita pengukur: Rp8.000

Jarum jahit: Rp7000

Jarum pentul: Rp12.500

Total biaya tetap = Rp5.914.500

Biaya variabel:

Benang jahit Astra: Rp6000

Kain tail silk Rp30.000

Kain organdhi: Rp180.000

Kain abutai: Rp9.000

Kain tail: Rp22.500

Kain gula: Rp4.500

Resleting jepang Rp1000

Payet batangan Rp70.000

Payet pasir Rp70.000

Payet lempeng Rp15.000

Kom Rp4000

Balance Rp12.000

Bordir kelopak Rp240.000

Biaya jahit Rp750.000

Biaya pasang payet Rp250.000

Biaya listrik Rp150.000

Biaya promosi Rp125.000

Biaya transportasi Rp50.000

Total biaya variabel = Rp1.989.000

Total biaya = Rp7.903.500

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini