Peluang Usaha Minuman Bandrek

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 455 2432402 peluang-usaha-minuman-bandrek-C1MmTLd6lH.jpg Peluang Bisnis Minuman Bandrek. (Foto: Okezone.com/Masakanmama)

JAKARTA- Peluang usaha minuman bandrek di tengah pandemi sangat menjanjikan. Apalagi minuman bandrek sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

Di tengah pandemi yang sedang meningkat, minuman ini bisa membuat tubuh hangat dan menyehatkan. Sebab, bahan-bahannya rempah dari dalam negeri dan dapat proses pembuatannya tidak rumit.

Peluang bisnis minuman bandrek di tengah pandemi ini bisa dikatakan sangat cerah. Usaha minuman bandrek terbilang sangat mudah diterjuni dengan modal yang tidak besar. Keuntungan menjual minuman bandrek lainnya adalah tidak terlalu sulit mengedukasi pasar karena minuman ini sudah cukup dicari di pasaran.

Baca Juga: Tips Bisnis Franchise Thai Tea

Kalau Anda tertarik menggeluti usaha minuman bandrek ini, simak penjelasan peluang usahanya dari Respita Haniva yang berbisnis Bandrek Bandung. Sementara nama usahanya menggunakan bendera, CV Siraj Fawwaz yang dirintis orangtuanya sejak 2012 silam.

Dirinya bercerita langsung terlibat dalam usaha keluarga ini sejak awal berdirinya. Bahkan hingga kini dia terus aktif melakukan pemasaran secara online yang memang semakin dibutuhkan dalam bisnis era modern.

Usahanya berlokasi di Gununghalu, Bandung Barat. Mereka memiliki pabrik dengan memperkerjakan hampir 30 pegawai dengan pegawai tetap sebanyak 20 orang. Tidak main-main produk mereka sudah tersebar dari Aceh hingga Jayapura. Bahkan juga sudah sampai ke Amerika Serikat dan Jerman. Namun pasar penjualan utamanya berada di wilayah Kalimantan, Sumatera Barat, Jabodetabek, dan Bandung. Semua ini didukung total 8 agen dan para reseller.

Baca Juga: Peluang Bisnis Teh Tarik

Dia menjelaskan produknya menggunakan kemasan kertas dan kotak. Sementara untuk varian rasa yang ditawarkan terdiri dari rasa original, habatus Saudah, jahe merah, dan creamer. Tidak main-main produksinya di masa pandemi masih berada di kisaran 100 hingga 200 karton dalam sebulan. Untuk setiap satu karton isinya terdiri dari 10 renceng.

Dengan kisaran harga per kemasan Rp20 ribu hingga Rp25 ribu usaha bandrek tersebut mampu meraup omzet di atas Rp20 Juta per bulan.

Dari sisi pontensi bisnis, dirinya jujur mengakui bandrek sangat potensial. Khususnya di saat pandemi seperti ini. Masyarakat sangat mencari minuman yang berkhasiat bagi kesehatan terlebih yang terbuat dari bahan rempah-rempah seperti jahe.

Karena di saat pandemi otomatis segala minuman tradisional laris manis dicari konsumen yang berharap dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Namun di balik potensi tersebut juga terdapat tantangannya. Karena menurut dia tantangan paling utama dari usaha bandrek adalah suplai bahan baku yang kontinu. Khususnya bahan baku jahe dan gula tidak jarang mengalami kelangkaan dan kenaikan harga. Terlebih menjelang momen hari besar biasanya suplai langka dan harga naik.

Berikutnya adalah jalur pemasaran yang berkurang drastis. Khususnya dari toko oleh-oleh khas Sunda. Sejak pandemi penjualan model titipan di warung jadi sangat berkurang. Selain itu juga para agen dan reseller juga ikut menyusut jumlahnya.

Karena itu Respita berbagi tips untuk memulai usaha minuman bandrek. Pertama menurut dia adalah pebisnis harus kreatif dalam hal kemasan produk. Berikutnya harus punya suplier bahan baku yang loyal sehingga tidak keteteran terlebih bila terjadi orderan yang banyak. Selain itu, suplai yang terjaga akan melindungi dari harga yang bisa naik dadakan.

Tidak lupa dia juga menyarankan strategi pemasaran haruslah kekinian menggunakan platform sosmed dan e-commerce. Saat ini dia memiliki akun di shopee, tokped, bukalapak, dan ditambah Instagram Facebook. Namun akibat kurang tenaga admin maka tidak semua akunnya bisa terus aktif dan hasilnya jarang update.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini