PPKM Darurat Buat Investor Properti Lebih Berhati-hati

Antara, Jurnalis · Senin 05 Juli 2021 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 470 2435902 ppkm-darurat-buat-investor-properti-lebih-berhati-hati-t0Ml3w3Uiq.jpeg Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM Darurat bakal membuat investor sektor properti lebih berhati-hati dalam berinvestasi.

"Dengan aturan baru PPKM Darurat 3-20 Juli, bahkan investor lokal akan sangat hati-hati," kata Head of Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia, Steve Atherton, dilansir dari Antara, Senin (5/7/2021).

Baca Juga: Evaluasi PPKM Darurat Tunjukkan Kemajuan, Perlu Pengurangan 50 Persen Mobilitas

Menurut Steve Atherton, dengan aturan baru tersebut maka pergerakan bisnis sektor properti akan lebih terlokalisasi. Selain itu, ujar dia, pada saat ini optimisme pasar properti masih tertahan sehingga akan lebih memilih langkah teraman.

"Meningkatnya penularan virus COVID-19 baru-baru ini melalui varian Delta hanya meningkatkan ketidakpastian pemulihan ekonomi dan pasar properti," paparnya.

Baca Juga: 3 Hari PPKM Darurat, Pemerintah Sebut Masih Banyak Pergerakan di Tiga Provinsi Ini

Sebagaimana diwartakan, pengamat properti sekaligus CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda menilai masyarakat masih menyimpan potensi daya beli terhadap sektor properti di era pandemi.

“Hal ini dipercaya karena daya beli tidak sepenuhnya habis. Banyak masyarakat yang masih menyimpan potensi daya beli, meskipun menjadi terhambat dan memilih untuk wait and see yang lebih lama lagi," kata Ali.

Menurut riset independen yang dil akukan oleh Indonesia Property Watch, pandemi yang mewabah sejak awal 2020 berdampak besar terhadap perekonomian nasional, termasuk sektor properti yang mengalami kontraksi cukup dalam.

Ali menyebut daya beli semua golongan masyarakat terganggu dan menurun. Para pengembang dihadapkan pada ketahanan daya tahan tiga sampai enam bulan.

Bila kondisi tidak membaik, maka banyak pengembang khususnya skala menengah bawah yang akan menghadapi seleksi alam pengembang.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Adi Setianto optimistis terhadap pertumbuhan sektor properti pada tahun ini setelah sempat lesu akibat pandemi COVID-19 pada 2020 lalu.

"Tahun 2021 menjadi masa pemulihan dari situasi pandemi yang kita hadapi bersama. Kami berharap dengan berjalannya Program BP Tapera dapat membantu menaikkan gairah sektor properti dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia untuk memiliki hunian," ujar Adi melalui pernyataan di Jakarta, Senin (7/6).

Saat ini, kata dia, BP Tapera fokus untuk beroperasi penuh, dimulai dengan pembiayaan perumahan untuk 51.000 unit rumah peserta Tapera Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang tahap pertama diutamakan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini