Ini 3 Pilar Penting Majukan UMKM agar Tak Bangkrut

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 455 2437600 ini-3-pilar-penting-majukan-umkm-agar-tak-bangkrut-r3OrZt5qca.jpg UMKM (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pelaku UMKM memerlukan tiga pilar dalam mengembangkan usahanya. Tiga pilar penting tersebut yaitu 3P, Pembinaan, Pengembangan, dan Proteksi.

Pelaku bisnis UMKM harus lebih menyadari pentingnya perlindungan risiko pada masing-masing usaha. CEO BRI Insurance (BRINS) Fankar Umran mengatakan, selain pertumbuhan dan ekspansi, proteksi usaha juga menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan mendirikan usaha.

Baca Juga: Andalkan UMKM Go Online, Peluang Besar Indonesia Kembangkan Potensi Ekonomi Digital

"Kadang kita lupa akan faktor proteksi sebagai salah satu pilar dalam memajukan UMKM. Kalau UMKM bisa berkembang, namun tidak terproteksi, bisa saja kolaps ketika terpapar risiko. Apalagi pada UMKM di kelas mikro dan ultra mikro yang rata-rata berada pada ekonomi pas-pasan," ujar Fankar dalam keterangannya, Kamis (8/7/2021).

Ketika dihadapkan para risiko, dia menyebut umumnya para pelaku industri UMKM tidak punya dana cadangan untuk membangun kembali usahanya. Sehingga, sebagian besar pengusaha-pengusaha kecil tersebut tidak bisa bangkit dari musibah yang sedang terjadi.

Baca Juga: Tutup Pukul 20.00, Ini Syarat UMKM Beroperasi Selama PPKM Darurat

Fankar menyebut, kolapsnya usaha akibat risiko yang datang secara tiba-tiba bisa diatasi dengan asuransi mikro. Ia menjelaskan premi asuransi mikro sangat kecil dan murah namun bisa memberikan perlindungan ketika dibutuhkan. Direktur Utama BRINS ini mencontohkan, dengan membayar Rp50 ribu saja dalam setahun, asuransi bisa memberikan santunan hingga Rp15 juta jika terjadi musibah.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mulai berpikir tentang proteksi. Tidak hanya pertumbuhan dan ekspansi usaha. Dalam situasi pandemi, masyarakat sudah semakin aware, hanya tinggal diperdalam saja,"

BRINS akan terus menjangkau lebih banyak nasabah di level mikro yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurut Fankar, ada 2 cara yang bisa dilakukan oleh BRINS, yaitu cara konvensional dan cara digital. Menjangkau nasabah secara digital nantinya akan dibantu oleh agen laku pandai yang terdaftar pada aplikasi BRINS Agent.

"Ada lebih dari 1 juta agen bank. Kalau agen ini bisa kita manfaatkan untuk menjangkau nasabah, bayangkan ada berapa nasabah yang bisa kita jangkau. Sangat mungkin sekali kita berkontribusi pada financial inclusion," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini