Orang Paling Banyak Cari Rumah di Jakarta Utara

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 11 Juli 2021 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 470 2438888 orang-paling-banyak-cari-rumah-di-jakarta-utara-BgFZBdc20i.jpg Pencarian Properti di Jakarta Tetap Meningakt. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pencarian properti atau rumah masih mengalami kenaikan termasuk di wilayah DKI Jakarta. Pencarian properti pada kuartal pertama 2021 naik sebesar 26% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan, secara tahunan, pencarian properti di Rumah.com masih meningkat sebesar 183%. Di wilayah Jakarta Pusat naik tipis dari 250 poin menjadi 253 poin pada kuartal I-2021. Sementara di wilayah Jakarta Selatan naik dari 213 poin menjadi 251 poin pada kuartal I-2021.

Wilayah yang menjadi area pencarian tertinggi adalah Jakarta Utara, naik dari 314 poin menjadi 352 poin pada kuartal I-2021.

Baca Juga: Mengenal Konsep Rumah Sehat yang Ngetren saat Pandemi

“Kenaikan indeks pencarian properti ini memang erat kaitannya dengan siklus properti tahunan, dimana kuartal pertama merupakan masa di mana permintaan properti meningkat, setelah pada kuartal sebelumnya yaitu pada akhir tahun, masyarakat lebih memfokuskan pengeluaran untuk kebutuhan belanja konsumtif dan liburan,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/7/2021).

Sementara itu, pencarian properti di kawasan Jabodetabek masih didominasi pencarian rumah tapak yakni sebesar 90% dari total pencarian properti di Rumah.com, dengan lokasi pencarian yang paling populer adalah Jakarta Selatan (24%).

Baca Juga: Banyak yang Beli Rumah, Penyaluran FLPP Capai Rp10,3 Triliun

Jika diakumulasikan, mayoritas pencarian (56%) berasal dari DKI Jakarta. Kisaran harga yang paling diminati berasal dari kisaran Rp300 Juta hingga Rp750 Juta (27%), sementara jika diakumulasikan, mayoritas pencarian menginginkan hunian di bawah Rp1 miliar (56%).

“Bagi mereka yang mencari properti untuk berinvestasi, peluang tersebut sebenarnya lebih terlihat di daerah tengah kota dengan kisaran harga yang masih terjangkau misalnya Cempaka Putih, Jakarta Pusat dimana pergerakan suplai dan harganya lebih dinamis serta lebih mudah diamati. Selain itu harga per meternya masih lebih terjangkau, hampir sepertiga dari wilayah Menteng,” ujarnya.

Begitu juga dengan wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan yang punya peluang berkembang karena adanya transportasi umum MRT. Kedua daerah ini mengalami penurunan di kuartal-kuartal tertentu sehingga membuka peluang masuk berinvestasi namun jika dilihat dalam horizon 2 tahun masih mengalami peningkatan harga.

Untuk dijadikan pertimbangan bahwa ukuran kavling di kedua area pembahasan tersebut cukup besar, sehingga mungkin perlu terobosan untuk membaginya menjadi ukuran unit yang lebih kecil sesuai selera dan kebiasaan masa kini. Ukuran unit yang lebih kecil, atau bahkan menjadi hunian vertikal, dapat memecah kebuntuan kondisi lahan hunian di tengah kota karena dapat membuatnya properti di tengah kota menjadi lebih terjangkau, lebih likuid, serta meningkatkan tingkat okupansi jika disewakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini