Bangkitkan Ekonomi, Sandiaga Uno: Pajak Bukan Sesuatu yang Menakutkan

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 320 2440974 bangkitkan-ekonomi-sandiaga-uno-pajak-bukan-sesuatu-yang-menakutkan-Jly717jnav.jpg Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan sinergitas yang terbentuk antara sektor ekonomi kreatif, sektor UMKM, dan sektor perpajakan dapat menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi nasional di masa pandemi virus Corona (Covid-19).

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno saat menjadi keynote speaker dalam Webminar Sosialisasi Pajak Untuk UMKM pada Rabu 14 Juli 2021 kemarin..

"Salam Indonesia maju penuh semangat. Sinergi UMKM Pilar utama perekonomian nasional memiliki kontribusi 60%. Pembiayaan dari sektor pajak sekitar 85%," ujar Sandiaga Uno.

Dia menyebutkan pentingnya dua sinergitas antara UMKM dengan Pajak sehingga dapat menghasilkan energi optimis dalam membangun Indonesia.

"Permasalahan itu jadi tantangan itu yang harus dihadapi generasi muda saat ini. Generasi kita bukan generasi rebahan tapi generasi perubahan," kata Sandiaga Uno.

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dikatakannya tertekan karena ada PPKM Darurat selama dua tiga Minggu ke depan. Namun ia meyakini yakin setelah PPKM Darurat dan pandemi dikendalikan, sektor Parekraf akan meningkatkan dan memainkan peran sentral untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan negara.

Baca Juga: Viral Vaksinasi di Pantai Gunungkidul, Begini Tanggapan Sandiaga Uno

"Karena sektor ekonomi kreatif ada 17 subsektor, mulai dari kuliner, kriya, fashion, sampai sektor yang sekarang bertumbuh dengan cepat seperti gaming, aplikasi, animasi, film, OTT, streaming, dan sejumlah sektor lainnya. Pariwisata dengan 13 subsektor memang sedang prihatin, tapi ada beberapa yang berkembang seperti homestay dan desa wisata. Kedepannya akan meningkat secara signifikan," jelas Sandiaga Uno.

Data statistik Industri makro pariwisata dan ekonomi kreatif meningkat terus dari Rp 526 triliun di 2010 menjadi hampir 1000 Triliun di 2017. Di 2018-2020 PDB ekonomi kreatif meningkat positif. Di 2020 menjadi 1.100 Triliun, menempatkan Indonesia pada posisi ketiga, dimana Amerika Serikat dengan Hollywood, Korea dengan K-Pop, dan Indonesia sudah merangsek di posisi ketiga.

"Memang kontribusi kita masih kecil untuk prosentase PDB, tapi kami yakin pertumbuhannya 6-8%. Ada sektor ekonomi kreatif yang meningkat di masa pandemi. Yakni televisi. Sinetron ikatan cinta salah satu contoh produk kreatif anak bangsa, mendominasi 5 dari 10 orang yang menonton televisi," ungkap Sandiaga Uno.

Baca Juga: Sandiaga Uno Sebut 34 Juta Pelaku Parekraf Tidak Berkegiatan Selama PPKM Darurat

Selain itu subsektor televisi, radio, aplikasi, dan game developer justru bertumbuh di tengah pandemi. Untuk itu Sandiaga Uno meminta berbagai pihak untuk tidak takut terkena pajak.

"Karena pajak itu teman kita untuk mengenal bagaimana cara kita berkontribusi. Pajak bukan sesuatu yang menakutkan. Kuncinya di Kementerian Keuangan sedang menyederhanakan tax code, yang selama ini sulit dimengerti UMKM sekarang ada perubahan substansial," jelas Sandiaga Uno.

Pandemi Covid-19 membuat semua orang meningkatkan ketrampilan menjadi konten kreator kreatif seperti youtuber, selebgram, influencer, jualan online di market place. Untuk itu Sandiaga Uno meyakini dampak negatif Covid-19 dapat diubah dengan cara membangkitkan ekonomi kreatif menjadi lokomotif perekonomian bangsa.

"Tahun 2020 ekspor ekonomi kreatif terkoreksi -12%. Namun kami yakin 2021-2025 akan bertumbuh. Kami prediksi tahun ini meningkat 6%. Saya ingin program pemulihan ekonomi nasional, ada stress test, mencek bagaimana kita melakukan testing seberapa kuat ekonomi kita," kata Sandiaga Uno.

Negara yang memiliki kemampuan, kepercayaan sosial, dan kepemimpinan yang efektif dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional diyakininya dapat mendukung kebijakan keuangan negara untuk penanganan Covid-19.

Realokasi anggaran Kemenparekraf dipotong hampir 35%, untuk kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM dapat Rp 123 Triliun tahun lalu, pembiayaan korporasi Rp 53 triliun, dan sektor serta Pemda mencapai Rp 100 Triliun. UMKM mendapatkan porsi yang lumayan penting dan strategis, karena 60% PDB adalah dari UMKM. Insentif relaksasi perpajakan sudah diluncurkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Analisa dengan jeli apa yang perlu diperbaiki, mari berkolaborasi sektor perpajakan dan sektor UMKM. Kendala yang kita hadapi seperti pembiayaan, ruang produksi, likuditas, dan protokol kesehatan bisa kita atasi. Kuncinya UMKM harus mampu berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi," tutur Sandiaga Uno.

Dia mengungkapkan saat ini Indonesia sedang dalam ketidakpastian, ambiguitas, volatilitas, kompleksitas. Untuk menghadapinya Sandiaga Uno mengajak semua pihak untuk gerak cepat, gerak bersama, garap semua potensi yang ada.

"Laris manis bisnis di saat krisis sudah menjadi satu fenomena yang terjadi, salah satunya kepada saya. 20 tahun yang lalu saya di PHK, saya justru mendapatkan kesempatan membuka usaha di bidang keuangan. Dimulai dari bertiga, sekarang menjadi usaha yang stabil dan membuka pekerjaan untuk 30 ribu orang. Saya ingin membagikan inspiratif itu ke seluruh masyarakat, gunakan prinsip laris manis bisnis saat krisis, dengan bergandengan tangan, dengan UMKM maju, pajak semakin meningkat, sehingga mampu menggerakkan ekonomi, membuka lapangan kerja," ungkap Sandiaga Uno. (Fik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini