Inspiratif! Kisah Anni Raup Untung Besar dari Dadar Gulung Warna-warni

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 18 Juli 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 455 2442433 inspiratif-kisah-anni-raup-untung-besar-dari-dadar-gulung-warna-warni-gxlEFl2X1o.jpg Dadar Gulung Warna-warni (Foto: Avirista Midaada)

BOJONEGORO - Dampak pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Darurat ternyata tak selamanya negatif. Di Kabupaten Bojonegoro terdapat kisah pelaku UMKM penjual kue nan unik yang justru meraup untung di masa PPKM darurat.

Dadar gulung polkadot aneka warna - warni menjadi jualan pelaku UMKM bernama Anni Sukmawati. Perempuan warga Jalan MH Thamrin, Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro ini telah merintis usaha dadar gulung aneka warna sejak 2018 lalu.

Anni mengaku mendapat inspirasi dadar gulung aneka warna dari tren warna - warni pakaian yang sempat ngehits. Alhasil ia memilih untuk mengkreasikan warna - warni ini ke dalam kue dadar gulungnya.

"Terinspirasi itu akhirnya bikin pulkadot, kustomer aku bisa request warna sesuai permintaan, mereka nanti pulkadotnya aku yang nentukan. Nanti dia pulkadotnya minta warna apa," ucap Anni saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Minggu (18/7/2021).

Baca Juga: Cerita Pedagang Hewan Kurban di Tengah Covid-19, Penjualan Anjlok

Anni menambahkan, proses pembuatan dadar gulung pulkadot sedikit lebih rumit dibanding dadar gulung biasanya. Selain dari sisi bahan baku harus menambahkan pewarna makanan, alokasi waktu juga lebih banyak.

"Ada perbedaan, buat pulkadotnya, biasanya (buat dadar gulungnya), kalau biasa kayak bikin kulit lumpia, kalau pulkadot, dua kali kerja. Kalau tinggal cetak, saya hitung satu jam bisa membuat 50 biji pulkadot," paparnya.

"Lebih lama dua kali kerja, bikin pulkadot dulu, kalau pulkadotnya sudah kering, baru di kasih kulitnya yang besar," imbuhnya.

Namun dari segi bahan sebenarnya tak jauh berbeda dengan pembuatan dadar gulung pada biasanya. Hanya ia menambahkan adanya pewarna makanan untuk lebih menarik dikonsumsi. "Polkadot memakai pewarna makanan, tapi itu aman untuk kesehatan. Bahan - bahan lainnya kayak tepung, telur, santan cair, gula pasir," tuturnya.

Baca Juga: Kisah Petani Kopi Raup Cuan hingga Bangun Peternakan Kambing

Berkat keunikan inilah, sejak tiga tahun lalu dadar gulung pulkadot dengan label Imoet Argha, kreasinya laris manis. Bahkan di masa pandemi Covid-19 dan PPKM darurat yang menyebabkan banyaknya usaha rugi, ia masih tetap berjaya.

"Kalau camilan yang saya jual memang drop, tapi saya terkenalnya jual kue basah dadar gulung pulkadot. Ahamdulillah stabil banget PPKM darurat juga nggak ada efeknya, beberapa kali nolak (pesanan) karena sudah capek. Karena saya buatnya juga sendirian, pesanan snack boks biasanya ngambil pegawai, kayak rewang (pembantu)," kata dia.

Bahkan beberapa pelanggannya kerap kali membagikan testimoni dan memberikan nomornya ke orang lain yang bertanya hasil kreasinya itu. Kini pelanggannya hampir merata mulai dari para aparatur sipil negara (ASN) hingga masyarakat biasa rutin membeli kue unik kreasinya

"Sering itu langganan info ke temannya, jadi dari ke teman mulut ke mulut akhirnya dikasih nomor saya. Tambah banyak yang tertarik juga. Dari customer saya juga beberapa ngasih testimoni dadar gulung saya nggak gampang basi," ungkapnya.

Perempuan yang merintis usaha kue kering sejak tahun 2014 ini pun mendapat tawaran kerjasama dengan minimarket terkemuka. Di mana ia harus menyediakan 50 biji dadar gulung yang dijual di 20 minimarket Indomaret di seluruh Bojonegoro Kota.

"Tahun 2019 ikut seleksi jajan tradisional di Indomaret. Alhamdulillah lolos seleksi karena katanya dadar gulung polkadot itu unik, warna-warni dan menggugah selera,” tutur perempuan kelahiran 1988 itu.

Selain itu, kini setiap hari usaha rumahan miliknya juga kian laris manis. Setiap harinya ia membuat dadar gulung pulkadot sebanyak 100 biji. Jumlah itu belum termasuk pesanan yang kadang datang dan kue - kue basah dan kering lainnya.

"Kalau nggak ada orderan hajatan atau syukuran ya minimal 100 biji. (Kalau di Indomaret) sistem putus, saya kirim per biji ada 50 totalnya, habis nggak habis urusannya Indomaret," tuturnya.

Satu dadar gulung pulkadotnya dijual dengan harga cukup terjangkau, bila konsumen membeli eceran per biji di dirinya, dibanderol Rp 1.500 per bijinya. Ia juga memproduksi dadar gulung biasa dengan harga Rp 1.300 per bijinya.

Namun khusus untuk dadar gulung pulkadot, ia menyediakan kemasan praktis satu kardus dengan isi 10 yang dibanderol harga Rp 15 ribu satu kotak, sudah termasuk ongkos kirimnya ke seluruh Kecamatan Bojonegoro Kota, dengan penjualan secara online memanfaatkan teknologi.

"Kalau sudah masuk Indomaret harganya Rp 2.500 - 3.000 per bijinya. Saya jualnya online, kalau pesan satu dus saya jual Rp 15 ribu, sudah termasuk ongkos kirimnya ke dalam kota," jelasnya.

Banyaknya pesanan membuat ia kerap kali kesulitan memenuhi. Selain karena faktor ketiadaan tenaga yang membantu, bahan baku dadar gulung pulkadot terkadang juga harus beli dengan jumlah terbatas. "Kalau bahan tidak ada kendala, yang agak susah didapat itu santan kara cairnya, sempat kosong, dibatasi pembeliannya maksimal 5 pcs. Padahal membutuhkan santan cair minimal 5 pcs," tuturnya.

"Bahan lain aman, gula yang sempat naik itu masih bisa saya atur sendiri takaran manisnya. Kalau tepung 25 kilogram satu sak untuk dua minggu, gula pasir biasa, telur, santan kara, pakai santan cair karena takarannya lebih praktis," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini