Mal Ditutup, Sektor Usaha Non Formal Ikut Terdampak

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 320 2443702 mal-ditutup-sektor-usaha-non-formal-ikut-terdampak-L0NQpMNYgP.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah memperpanjang PPKM Darurat hingga Minggu 25 Juli 2021. Menyusul perpanjangan tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito karnavian menerbitkan instruksi mendagri (Inmendagri) untuk perpanjangan pembatasan mobilitas tersebut.

Imendagri Nomor 22 Tahun 2021 itu tidak lagi menggunakan istilah PPKM Darurat Jawa-Bali melainkan PPKM Level 4 Covid-19 Jawa dan Bali.

Menurut Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja dengan adanya Perpanjangan PPKM ini melanjutkan ditutupnya beberapa industri retail khususnya Pusat Perbelanjaan.

APPBI mengaku dengan ditutupnya pusat perbelanjaan ini tak hanya pusat perbelanjaan yang terdampak, ada sektor usaha non formal juga yang secara berdampingan iku terdampak.

Baca Juga: PPKM Level 4, Stasiun Manggarai Sepi Penumpang

"Dengan ditutupnya pusat perbelanjaan tak hanya kepada penjual itu sendiri, tapi ada sektor usaha non formal yang berada disitu yang terdampak, namun di sekitarnya terdapat usaha non formal. Akan ada beberpa yang merasakan kehilangan tak dapat penghasilan," Alphonzus melalui Konferensi Virtual, Rabu (21/7/2021).

Adapun dirinya mencontohkan sektor usaha non formal sekitar seperti tempat kos, parkir, kos, yang bergantung dengan adanya toko atau tempat di pusat perbelanjaan akan merasakan kehilangan yang sama.

Baca Juga: PPKM Level 4, Mal Ditutup hingga WFH 100%

"Banyak yangtak dapat penghasilan misal kalau karyawannya tidak bekerja, ojek juga tidak dapat mengantar penumpang. jadi silih bergantung kondisi cadangan uang pun saat ini sangat lemah dan bisa dikatakan tergerus dan defisit," tandasnya.

Meskipun demikian dirinya berharap dengan adanya perpanjangan PPKM Darurat ini, pihak pemerintah bisa lebih bijak dalam memberikan keringanan berupa dana bantuan atau peringanan terhadap para pelaku usaha khusunya di pusat perbelanjaan. 

"Kondisi keuangan dari pusat perbelanjaan saat ini sudah tidak memiliki dana cadangan, sekarang habis terkuras di tahun 2020 dan masuk di tahun 2021 dengan konsidi seperti ini dengan kebijakan PPKM ada hal yang masih ditanggung penuh meski tempatnya ditutup," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini