Pedagang Jangan Cari Untung Besar, Kemendag Ungkap Penimbunan Obat

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 320 2443779 pedagang-jangan-cari-untung-besar-kemendag-ungkap-penimbunan-obat-Y5JSeTWXpn.jpg Pemerintah Tindak Spekulan Obat dan Alat Kesehatan. (Foto: Okezone.com

JAKARTA - Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan dan Kepolisain bergerak cepat atasi spekulan alat kesehatan dan obat Covid-19. Di mana belakangan ini sempat terjadi kelangkaan oksigen, regulator hingga obat-obat serta vitamin untuk penanganan Covid-19.

Selain karena permintaan pasar yang naik tajamnya karena penderita Covid, sebagian kelangkaan alat kesehatan tersebut disebabkan adanya upaya penimbunan beberapa pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Melihat lonjakan permintaan pasar, sebagian pihak berusaha mengambil keuntungan yang tidak sewajarnya.

Oleh karena itu, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan bersama instansi lain seperti Polri, Kementerian Kesehatan dan lain-lain bertindak cepat dalam menindak penimbunan dan spekulasi alat kesehatan serta obat penunjang Covid-19.

Baca Juga: Menko Luhut Targetkan Bio Farma Produksi 50 Juta Dosis Obat Terapi Covid-19

Kementerian Perdagangan juga menyiapkan satu unit khusus dalam pengawasan dan penindakan pelanggaran dalam bidang perdagangan yaitu Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN). Ditjen PKTN selama ini diketahui sangat aktif menjalin sinergi dengan Polri dan instansi terkait dalam menangani seluruh pelanggaran perdagangan termasuk penimbunan alkes dan obat Covid kali ini.

“Kemendag melalui Ditjen PKTN bergerak cepat bersama Polri, BPKN dan lain-lain. Karena itu bisa kita lihat bahwa penimbunan-penimbunan yang tidak sewajarnya terhadap alkes dan obat Covid bisa segera terungkap dan ditangani,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/7/2021).

Pengawasan dan penindakan yang cepat bisa menjadi sarana memberikan efek jera. Dirinya mengingatkan bahwa negara sedang berjuang secara sungguh-sungguh untuk mengendalikan penyebaran dan dampak Covid-19.

Baca Juga: RI Kembali Dipasok 1,1 Juta Vaksin Sinopharm dari China

Karena itu, Jerry meminta kerjasama semua pihak agar tidak mencari kesempatan yang tidak wajar di masa pandemi ini.

“Kita menyadari bahwa pedagang dan pelaku usaha juga ingin untung. Tetapi tentu saja ada batas kewajaran tertentu, baik secara legal maupun etis. Karena itu, akan lebih baik jika semua pihak bersikap mendukung masyarakat dan negara dengan melakukan aktifitas yang sewajarnya atau bahkan lebih mengutamakan nilai-nilai sosial,” tuturnya.

Jerry memastikan bahwa Pemerintahan Presiden Joko Widodo sangat serius dalam menanganai lonjakan penderita Covid beberapa minggu ini. Varian delta yang menjadi penyebab lonjakan terus ditindaklanjuti dalam berbagai aspek, termasuk dalam aspek perdagangan.

Pemerintahan Jokowi ingin memastikan bahwa rantai pasokan alkes, oksigen dan obat-obatan serta vitamin bisa berlangsung lancar.

Keseriusan pemerintah ini berhasil menekan upaya spekulasi dan hambatan perdagangan sehingga kelangkaan berbagai alat penunjang dan obat untuk covid bisa segera teratasi. Saat ini pasokan oksigen berikut regulatornya sudah mulai teratasi.

Hal yang sama Nampak di suplai obat-obatan dan vitamin. Untuk kebutuhan dasar makanan berupa sembako dan lain-lain juga terhitung sangat aman sehingga tidak terlihat panic buying di masyarakat.

“Jadi penanganan Covid ini. Khususnya dalam bidang perdagangan relatif sangat terkendali. Kami berharap kerjasama masyarakat. Jika masyarakat melihat ada pelanggaran oleh pelaku tertentu, kami berharap bisa segera melaporkan agar bisa ditindaklanjuti secepatnya.” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini