Kisah Nenek 67 Tahun Harus Bertahan Hidup dari Bansos Tunai Rp600.000

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 320 2443833 kisah-nenek-67-tahun-harus-bertahan-hidup-dari-bansos-tunai-rp600-000-NJ5yQZZFjK.png Kisah Nenek Bertahap Hidup dari Bansos Tunai (Foto: Avi/MNC Portal Indonesia)

KOTA MALANG - Siti Naisyah begitu senang dan terharu menerima bansos tunai Rp600.000 dari pemerintah. Bansos ini diberikan di masa PPKM darurat.

Janda berusia 67 tahun ini menuturkan bansos tunai yang diterimanya begitu berarti di kondisi saat ini.

Apalagi di tengah keterbatasannya dan ditinggal meninggal dunia oleh suaminya tiga hari lalu, dia harus bertahan hidup.

Bantuan senilai Rp600.000 yang baru diambilnya di Kantor Pos Kota Malang pada hari ini bakal digunakan untuk membeli kebutuhan pokok sembako dan membayar tagihan air.

"Alhamdulillah dapat bantuan, pemerintah sekarang peduli sama kita semua. Ini dapat uang untuk belanja sembako dan membayar PDAM, sudah dua bulan belum bayar," ucap Naisyah, ditemui MNC Portal Indonesia dengan mata berkaca-kaca, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga: 8 Bansos yang Dicairkan Selama Perpanjangan PPKM Darurat 

Meski nominal ini terbilang cukup kecil, namun uang Rp600.000 yang diterima akan dimanfaatkan Naisyah mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Dia mengaku sudah empat kalin menerima bansos dari pemerintah sejak 2020.

"Sudah beberapa kali, dulu beras tapi ini diganti uang sudah 4 kali ini. Insya Allah cukup. Saya berterima kasih sekali kepada pemerintah," kata nenek dengan delapan orang cucu ini.

Sementara itu Wakil Kepala Kantor Pos Malang Moch Budiono menuturkan, ada 14.644 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapat bansos terdampak PPKM dan COVID-19 kali ini.

"Nominalnya Rp300 ribu, diterima dua bulan Mei dan Juni (Jadi Rp600.000). Untuk Kota Malang pendistribusiannya sejak hari Minggu 18 Juli, Senin 19 Juli, dan hari ini Rabu 21 Juli," ungkap Budiono.

Dia menambahkan, ada sejumlah cara pendistribusian bansos tersebut, dari mulai yang diambil di Kantor Pos sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kemudian ada juga yang dicairkan di kantor kelurahan masing-masing dengan diatur sedemikian rupa sehari maksimal 200 orang dan diatur pengambilan jamnya.

"Pencairan di kantor kelurahan yang diatur sedemikian rupa, sehingga tidak terdapat kerumunan. Jadi kita panjangkan durasi jamnya, maupun harinya, yang dulu sebelumnya Kota Malang selesai satu hari, jadi tiga hari. Jadi agak leluasa antrian tidak terlalu banyak," terangnya.

Selain itu pihak Kantor Pos juga mendistribusikan bansos dengan mendatangi para KPM. Mereka yang diberikan secara langsung dan diantar adalah penerima yang tengah sakit, kaum difabel, dan yang menjalani isolasi mandiri.

"Ada yang kita antar, yang kita antar untuk difabel, sakit, isoman. Yang tidak bisa hadir isolasi mandiri, nanti kita antar, daftarnya ada, pengalaman kemarin sekitar 80 orang yang kita antar," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini