Laba Bersih Pelat Timah Meroket Lebih 700% di Semester I-2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 278 2444305 laba-bersih-pelat-timah-meroket-lebih-700-di-semester-i-2021-7j0VaeF3gr.jpeg Laba Bersih Pelat Timah Meroket (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) atau Latinusa membukukan laba bersih USD2,55 juta atau naik 779,84% pada semester I-2021 dibandingkan dengan priode yang sama tahun lalu senilai USD290,05 ribu. NIKL juga berhasil membukukan kenaikan penjualan sebesar USD90,62 juta pada semester I/2021. Jumlah tersebut naik 29,95% dibandingkan pada semester I/2020 sebesar USD69,73 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta yang dikutip Harian Neraca, Kamis (22/7/2021).

Sementara penjualan lokal masih mendominasi pasar NIKL dengan kontribusi senilai USD90,08 juta berbanding dengan USD69,65 juta pada paruh pertama tahun lalu.

Baca Juga: Dear Investor! Ini Daftar 17 Saham dalam Pemantauan Khusus, dari PBRX hingga Sritex

Sementara itu, angka penjualan ekspor melesat dari USD81 ribu menjadi USD536,63 ribu. Kemudian penjualan ekspor NIKL seluruhnya berasal dari transaksi ke India, sementara pada tahun lalu, NIKL melakukan ekspor ke Taiwan.

Kemudian dari sisi operasional, NIKL mencatatkan beban penjualan sebesar USD83,33 juta, meningkat dibandingkan beban pada semester I/2020 sebanyak USD66,17 juta.

Baca Juga: Induk Usaha HM Sampoerna Akuisisi Produsen Obat Rp12 Triliun

Total liabilitas perusahaan juga mengalami kenaikan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Liabilitas jangka pendek NIKL tercatat naik dari USD80,45 juta pada paruh pertama tahun 2020 menjadi USD91,19 juta pada semester I/2021.

Sementara itu, liabilitas jangka panjang perusahaan naik menjadi US$3,25 juta dari sebelumnya USD3,08 juta. Aset perusahaan juga tercatat meningkat menjadi USD145,39 juta dari catatan semester I/2020 senilai USD131,92 juta.

Selanjutnya, jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan adalah sebesar USD2,92 juta. Hal tersebut berbanding terbalik dengan semester I/2020 dimana NIKL menggelontorkan dana belanja modal USD12,86 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini