Ari Kuncoro Mundur, Saham BRI Menguat 2%

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 278 2444484 ari-kuncoro-mundur-saham-bri-menguat-2-nqNQrhGKTU.jpg Saham BRI menguat pasca pengunduran diri Ari Kuncoro (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Rektor UI Ari Kuncoro mundur dari jabatan Wakil Komisaris Utama BRI. Usai pengunduran diri Ari Kuncoro, saham BBRI mengalami penguatan pada penutupan perdagangan hari ini.

Dilihat melalui RTI, saham BBRI mengalami kenaikan sebesar Rp80 atau 2,09% ke Rp3.900 per saham. Dalam sebulan terakhir saham BBRI menurun 1,02% dan secara year to date turun 6,47%.

Baca Juga: RUPSLB BRI Tak Bahas Ari Kuncoro, Posisi Wakomut Masih Kosong

Frekuensi perdagangan saham BBRI mencapai 15.407 kali dengan 85,31 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp331,42 miliar. Price Earning Ratio (PER) 17,62 dengan market cap sebesar Rp481,05 triliun.

Sebelumnya dikabarkan, Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro mengundurkan diri dari posisinya sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen BRI. Hal ini dikonfirmasi oleh Perseroan melalui keterbukaan informasi BEI, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: Sah! RUPSLB BRI Setujui Rights Issue untuk Holding BUMN Ultra Mikro

Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, Kementerian BUMN telah menerima surat pengunduran diri Ari Kuncoro dari jabatannya selaku Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen BRI per tanggal 21 Juli 2021.

"Sehubungan itu, Perseroan akan menindaklanjuti sesuai ketentuan dan prosedur," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang diselenggarakan hari ini tidak membahas posisi Wakil Komisaris Utama. Adapun Ari Kuncoro yang mengisi posisi tersebut telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan, surat pengunduran diri Ari Kuncoro baru diterima pihaknya dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada hari ini, dimana surat tersebut ditujukan kepada Menteri BUMN.

Kemudian pada hari yang sama, Menteri BUMN menyurati BRI terkait pengunduran diri tersebut untuk selanjutnya ditindaklanjuti secara administratif sesuai ketentuan.

"Karena sesuai prosedurnya tidak memungkinkan untuk mengubah agenda RUPS dalam waktu hitungan hari, paling tidak dibutuhkan waktu 45 hari, maka dalam agenda rapat ini hanya tunggal, satu, menyetujui rencana penerbitan penambahan modal melalui hal pemesanan efek terlebih dahulu," ujar Sunarso dalam video conference setelah pelaksanaan RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini