Mendag Pede Ekspor Indonesia Makin Menjanjikan meski Covid-19

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 320 2444326 mendag-pede-ekspor-indonesia-makin-menjanjikan-meski-covid-19-kGCOWAlGSO.jpg Mendag Lutfi (Foto: Kemendag)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi optimistis kinerja ekspor Indonesia akan semakin menjanjikan menyusul tercatatnya surplus neraca perdagangan periode Juni 2021 sebesar USD1,32 miliar. Dia menilai ekspor komoditas-komoditas unggulan juga akan semakin berkontribusi terhadap surplus neraca perdagangan pada periode-periode mendatang.

"Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, kami yakin dengan prospek ekspor produk-produk Indonesia yang naik dengan baik ini. Komoditas-komoditas unggulan Indonesia akan terus berkontribusi terhadap kinerja ekspor, mengikuti tren surplus ini di masa-masa mendatang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).

Pada periode Juni 2021, total ekspor Indonesia mencatatkan nilai USD18,55 miliar, naik 9,52% dibanding Mei 2021 atau naik 54,46% dibanding Juni 2020. Ekspor nonmigas pada Juni 2021 sendiri tercatat sebesar USD 17.31 miliar.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Surplus, Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Berlanjut

Beberapa komoditas utama ekspor nonmigas Indonesia yang tumbuh cukup tinggi pada Juni 2021 jika dibandingkan bulan sebelumnya antara lain besi baja yang naik 32,31%, kendaraan dan bagiannya naik 42,19%, bijih, terak, dan abu logam naik 35,36%, mesin dan perlengkapan elektrik naik 15,87%, serta alas kaki naik 33,01%.

Baca Juga: BI Perpanjang Waktu Pengajuan Bebas Sanksi Penangguhan Ekspor

Mendag Lutfi menambahkan, pemerintah juga sedang memperbaiki struktur industri untuk mendukung potensi ekspor produk-produk industri dan industri berteknologi tinggi seperti besi dan baja serta otomotif.

"Pertumbuhan ekspor besi dan baja pada Januari–Juni 2021 meningkat hingga 92% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang berevolusi dari produsen barang mentah dan barang setengah jadi ke produsen barang-barang industri dan industri berteknologi tinggi," ungkapnya.

Lutfi melanjutkan, untuk mendukung ekspor perhiasan terutama ke kawasan Timur Tengah, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang menjajaki kerja sama perdagangan dengan Uni Emirat Arab (UEA). "Jika telah rampung, kerja sama tersebut diharap dapat mendorong peningkatan ekspor perhiasan Indonesia ke UEA," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini