Skenario Terburuk Pengusaha jika PPKM Level 4 Tak Dilonggarkan

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 320 2444405 skenario-terburuk-pengusaha-jika-ppkm-level-4-tak-dilonggarkan-cxdEk9twL4.jpg Pengusaha menyiapkan skenario darurat PPKM Level 4 (Foto: Freepik)

JAKARTAPPKM Level 4 diterapkan mulai 21-25 Juli 2021. Presiden Joko Widodo mengatakan akan ada rencana pelonggaran pada tanggal 26 Juli dengan melihat indikasi yang ada.

Terkait rencana itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani menerangkan bahwa para pengusaha sudah menyiapkan skenario terburuk.

Baca Juga: PPKM Level 4, PNS Sektor Non Esensial dan Kritikal Tetap WFH 100%

“Andaikata kondisinya tidak membaik, apa langkah yang tepat yang akhirnya dilakukan oleh pelaku usaha? Yaitu menutup usahanya untuk mengurangi kerugian. Itu yang akan terjadi,” ujarnya secara virtual di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Dia menuturkan langkah tersebut adalah keputusan yang harus dilakukan walaupun costnya akan menjadi mahal. Untuk korporasi sendiri pun, ia menyebut masih sangat minim untuk mendapat dukungan.

Baca Juga: Penumpang di Bandara Juanda Merosot Tajam Selama PPKM

Sementara itu, Hariyadi mengungkapkan penanganan pandemi harus ekstra didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebab kunci dari penyelesaian pandemi adalah kesehatan pada masyarakat. Pasalnya, jika tingkat kesehatan masyarakat belum menunjukkan hasil yang signifikan maka pemerintah tidak akan diam untuk bergerak mengatasi masalah kesehatan.

“Maka dari itu jangan sampai pengorbanan ekonomi kita ini tidak diikuti oleh langkah-langkah dari penanganan pandemi itu. Teman-teman pengusaha udah pada kolaps tapi nggak ada perubahan yang signifikan di penanganan pandemi itu,” kata dia.

Dia menilai dari sisi pemerintah, sayangnya dana yang sedemikian besar keluar untuk Bansos tidak mengeluarkan Indonesia keluar dari masalah. Menurutnya Bansos sifatnya hanyalah sementara.

Terkait hal itu, ia menekankan supaya pemerintah bisa lebih memfokuskan pada target 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) serta vaksinasi kepada masyarakat yang tinggal di perumahan padat penduduk. Sebab titik persoalan terbesar adalah kesehatan. Sehingga penanganan dari sisi kesehatan harus dioptimalkan dengan seksama supaya pandemi bisa cepat berakhir.

“Temen-temen yang isoman di rumah rata-rata bisa terkendali. Yang problem adalah yang di daerah padat penduduk. Bagaimana mereka mau isoman kalau satu rumah isinya 10 orang dengan rumah yang kecil. Sehingga target 3T dan vaknisnasinya mungkin bisa diarahkan kepada mereka yang paling beresiko ini,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini