Pertumbuhan Kredit Positif Ditopang Pemulihan Perusahaan dan UMKM

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 320 2444427 pertumbuhan-kredit-positif-ditopang-pemulihan-perusahaan-dan-umkm-SqSIg8rl8q.jpg Pertumbuhan Kredit Perbankan Meningkat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan mulai positif pada Juni 2021 sebesar 0,59% year on year (yoy). Fungsi intermediasi perbankan juga mulai tumbuh positif meskipun belum kuat, yaitu sebesar 0,59% year on year pada Juni 2021.

"Perbaikan ini didorong oleh mulai membaiknya permintaan kredit seiring dengan berlanjutnya pemulihan kerja dan aktivitas korporasi, rumah tangga dan UMKM," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (22/7/2021).

Perry menuturkan pertumbuhan kredit yang mulai positif tersebut didorong oleh melonggarnya index of lending standard di industri perbankan.

Baca Juga: LPEI Salurkan Penjaminan Modal Kerja Dana PEN Rp1,53 Triliun

Terkait dengan proyeksi ke depan, BI memperkirakan pertumbuhan kredit lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada kuartal III-2021 sejalan dengan penurunan kegitan ekonomi karena pembatasan mobilitas akibat pandemi Covid-19.

Perry pun menjelaskan pada kuartal IV-2021 pertumbuhan kredit akan kembali meningkat. Adapun, dengan perkembangan tersebut, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2021 akan berada di kisaran 4 sampai 6%. Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), Bank Sentral memperkirakan tumbuh sekitar 6% hingga 8%.

Baca Juga: Penyaluran Kredit Perbankan Masih Terbatas, BI Beberkan Faktanya

Selain itu, memasuki triwulan III hingga 19 Juli 2021, investasi portofolio mencatat net outflow sebesar USD700 juta USD. Hal ini sejalan ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.

"Hingga 19 Juli 2021, investasi portofolio mencatat net outflow sebesar USD0,70 miliar sejalan ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," kata Perry.

Sementara itu, investasi portofolio pada triwulan II 2021 mencatat net inflow sebesar USD4,28 miliar. Dengan demikian, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal.

"Defisit transaksi berjalan triwulan II 2021 diprakirakan tetap rendah, didukung oleh surplus neraca perdagangan sebesar USD6,30 miliar, meningkat dibandingkan dengan surplus triwulan sebelumnya sebesar USD5,56 miliar," jelas Perry.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh peningkatan ekspor komoditas utama seperti CPO, batubara, besi dan baja, serta kendaraan bermotor, di tengah kenaikan harga komoditas dunia. Perbaikan ekspor terjadi di Sumatera, Sulampua, dan Jawa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini