Astaga! Mayoritas Korban Pinjol Ilegal Tak Punya Akses ke Perbankan

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 622 2444993 astaga-mayoritas-korban-pinjol-ilegal-tak-punya-akses-ke-perbankan-98dUu75PAe.jpg Korban pinjol tak punya akses perbankan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pinjaman online (Pinjol) ilegal tengah marak di kalangan masyarakat. Rendahnya literasi keuangan di Indonesia menjadi salah satu penyebab berkembangnya pinjol ilegal.

Pengamat ekonomi Joshua Pardede mengatakan kondisi literasi keuangan masyarakat menengah ke bawah rendah karena minimnya penghasilan. Hal itulah yang memunculkan niat besar para oknum kejahatan dalam memanfaatkan situasi pandemi untuk menipu masyarakat.

Baca Juga: Terjerat Utang Pinjol Ilegal? Segera Lakukan 5 Hal Ini

Joshua mengatakan kasus-kasus penipuan Pinjol yang terjadi di masyarakat didasari oleh dua kemungkinan. Pertama, masyarakat memang tidak tahu bahwa Pinjol tersebut adalah ilegal, atau kedua, masyarakat sudah tahu tetapi tetap meminjam uang di Pinjol ilegal sebab memiliki keperluan mendesak.

“Sebagian besar masyarakat yang mendapatkan permasalahan dengan Pinjol ilegal ini adalah orang yang tidak memiliki akses yang legal seperti perbankan,” ujarnya secara virtual di Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Baca Juga: Awas Kena Jebakan Pinjol Ilegal, Baru 124 Fintech Lending yang Terdaftar-Berizin di OJK

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa literasi-literasi yang sudah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi (SWI) sudah tepat. Namun, selain itu diperlukan juga adanya pengawasan, pencegahan, dan penindakan supaya pelaku kejahatan ini dapat diberantas.

Kemudian, kata dia, dari sisi hulu dapat dilakukan dengan edukasi kepada masyarakat supaya paham dan dapat membedakan mana Pinjol legal dan yang ilegal.

“Pada kasus Pinjol ilegal ini saya rasa perlu adanya awareness juga dan tingkat edukasi pada masyarakat. Karena ini yang menurut saya paling utama untuk kita semua dapat menekan kemungkinan-kemungkinan terjadinya kerugian dari konsumen,” jelas dia.

Dia menambahkan bahwa financial technology (fintech) ini fungsi dan manfaatnya sangat besar sekali. Salah satunya bisa menutupi gap masyarakat yang masih belum bisa dicover oleh pembiayaan kepada perbankan ataupun sektor jasa keuangan legal lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini