Tenang, Sudah Banyak Bansos saat PPKM Level 4

Michelle Natalia, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 09:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 320 2445263 tenang-sudah-banyak-bansos-saat-ppkm-level-4-TywA4FWwwY.jpg Bansos Cair saat PPKM Level 4 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perpanjangan masa PPKM diiringi dengan pemberian bansos kepada masyarakat. Bansos ini seperti bansos tunai hingga bantuan beras.

Selain itu, pemerintah menambah anggaran bansos Rp55,2 triliun. Salah satunya BLT untuk PKL hingga warteg sebesar Rp1,2 juta.

“Pemerintah selalu utamakan kesehatan masyarakat. PPKM harus kita perpanjang dan akan ada insentif fiskal kepada masyarakat yang terdampak secara langsung melalui perlindungan sosial atau bantuan sosial. Ibu Mensos (Tri Rismaharini) sudah siapkan semuanya (bansos),” ujar Menkominfo Johnny Plate di Jakarta, Sabtu (24/7/2021).

Baca Juga: Tegas, Menko Luhut Minta Jangan Ada Data Fiktif Penerima Bansos! 

Dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah, Johnny menilai selalu ada tantangan dalam implementasi kebijakan di lapangan.

Aparat diinstruksikan untuk mendisiplinkan masyarakat agar selalu menjaga protokol kesehatan dan membatasi kegiatan selama PPKM Darurat. Namun dalam menertibkan masyarakat, Johnny juga meminta agar aparat menjaga keramahan.

“Kerjasama dalam impelemntasi itu yang penting. Masyarakat dan aparat sama-sama tertib. Aparat tetap menjaga keramahan kepada masyarakat. Kita butuh suasana batin yang kuat, bukan saling menyalahkan. Kita harus bangun soliditas kita sebagai bangsa. Kita perlu bertemu di satu titik yang membangun solidaritas yang kuat untuk menghadapi bahaya Covid-19,” katanya.

Menurut Johnny, penularan Covid-19 sejauh ini disebabkan karena masyarakat belum disiplin menjalankan protokol kesehatan. Dia pun mengakui pemerintah juga memiliki kekurangan dalam penanganan Covid-19.

Oleh karenanya, pemerintah membutuhkan banyak saran dan rekomendasi dari seluruh pihak agar kebijakan yang dijalankan dapat efektif.

Dia juga mengimbau agar kelompok-kelompok tertentu tidak menyebarkan diksi yang membingungkan masyarakat.

“Jangan sampai terjebak dalam diksi yang membingungkan masyarakat. Kalau kita menebar ketakutan efeknya kita akan melemahkan semangat kita. Pemerintah pasti mendengar pendapat, koreksi, saran. Tapi sebaiknya tidak hanya kritik yang disampaikan tapi juga saran dan rekomendasi perbaikan,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini