Pengembangan Proyek Ini Disetujui, Cadangan Gas RI Meningkat

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 320 2445293 pengembangan-proyek-ini-disetujui-cadangan-gas-ri-meningkat-ZMlMEmxHZX.jpg Cadangan Gas RI Meningkat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah menyetujui rencana pengembangan lapangan pertama atau Plan of Development (POD I) Lapangan Tanjung Enim Area A&B Wilayah Kerja Gas Metana Batu Bara (GMB) Tanjung Enim. Proyek tersebut dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Dart Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd.

Pelaksana Tugas Deputi Perencanaan SKK Migas, Julius Wiratno menyebut, persetujuan tersebut memberikan tambahan cadangan gas terbukti Indonesia sebesar 130,91 miliar standar kaki kubik (BSCF).

“Persetujuan POD I WK GMB Tanjung Enim ini menunjukkan Indonesia memiliki potensi unconventional hydrocarbon yang dapat dikembangkan. Kami berharap, ke depan cadangan-cadangan GMB lain agar dapat diproduksikan untuk mendukung capaian produksi jangka panjang hulu migas,“ ujar Julius Wiratno, Sabtu (23/7/2021).

Baca Juga: RI Punya Proyek Gas Merakes Rp18,5 Triliun 

SKK Migas mencatat, komitmen program yang akan dilaksanakan oleh KKKS Dart Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd. meliputi pekerjaan pengeboran 209 sumur pengembangan untuk dua area produksi A dan B.

Kemudian, pembangunan sejumlah wellhead cluster, pembangunan jaringan pipa cluster lines, pembangunan stasiun pengumpul, dan pembangunan Stasiun Pemrosesan atau Central Processing Facilities (CPF).

Karena itu, SKK Migas mendorong Dart Energy untuk segera merealisasikan kegiatan-kegiatan tersebut sehingga jadwal onstream pada 2022 mendatang dapat terlaksana secara tepat waktu.

"SKK Migas siap mengawal dan membantu apabila ditemukan kendala-kendala teknis maupun sosial yang terjadi di lapangan,” katanya.

Hasil produksi gas dari Lapangan Tanjung Enim Area A&B akan digunakan untuk mendukung ketersediaan pasokan gas di wilayah Sumatera Selatan. Seperti mendukung program pemerintah dalam rangka penyediaan gas bumi untuk rumah tangga (city gas) dan bahan bakar gas untuk transportasi jalan.

Lapangan Tanjung Enim Area A&B diperkirakan mencapai laju produksi gas puncak sebesar 25 MMSCFD pada 2024. Sedangkan untuk perkiraan produksi, lapangan ini diperkirakan dapat berproduksi selama 18 tahun hingga 2039.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini