Menko Luhut Ungkap PPKM Level 3 Berlaku di 33 Daerah, Ini Ketentuannya

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 320 2445898 menko-luhut-ungkap-ppkm-level-3-berlaku-di-33-daerah-ini-ketentuannya-rDE8drOB4s.jpg Menko Luhut Ungkap 33 Daerah Terapkan PPKM Level 3 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan melakukan perpanjangan PPKM level 4 untuk wilayah Jawa-Bali dari 26 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021. Sementara, ada 33 kabupaten dan kota yang turun status dari PPKM level 4 menjadi level 3.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan detil regulasi dari berbagai sektor dari ketentuan terbaru masa PPKM Level 3.

“Untuk industri orientasi ekspor dan penunjangnya, dapat beroperasi dengan pengaturan shift, di mana setiap shiftnya dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal staff 50% di fasilitas produksi/pabrik. Sehingga jika beroperasi dengan 2 shift dalam 1 hari maka dapat mengoperasikan dengan kapasitas maksimal 100% staff di fasilitas produksi atau pabrik,” kata Luhut melalui Konferensi Virtual, Minggu (25/7/2021) malam.

Baca Juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Jokowi Tambah Bansos dan BLT UMKM

Untuk Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% dan jam operasional sampai pukul 15.00 waktu setempat.

“Untuk pedagang, warung makan atau warteg pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan 25% dari kapasitas dan waktu makan maksimal 30 menit,” ujarnya.

Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan dibuka dengan kapasitas maksimal 25% dan dapat dibuka sampai dengan pukul 17.00 waktu setempat.

“Selain itu untuk pelaksanaan kegiatan konstruksi non infrastructure publik dapat beroperasi dengan maksimal pekerja 10 orang. Tempat ibadah seperti Mesjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Level 3 dengan maksimal 25% kapasitas atau 20 orang,” paparnya.

Di samping itu, transportasi umum dan angkutan massal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70%.

“Resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 20 undangan dan tidak mengadakan makan ditempat dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini