Program Sejuta Rumah Terhambat Covid-19, Realisasi Baru 400 Ribu Hunian

Antara, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 21:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 470 2446348 program-sejuta-rumah-terhambat-covid-19-realisasi-baru-400-ribu-hunian-lTBwWM2Ia2.jpg Pembangunan Perumahan Terus Dilakukan di Tengah Covid-19. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Pembangunan perumahan dalam Program Sejuta Rumah tetap berjalan meski pandemi Covid-19 gelombang kedua menerpa Indonesia dan terdapat penerapan kebijakan PPKM.

"Program perumahan tidak harus berhenti, tetap jalan, kita harus berinovasi. Kita tidak bisa tunggu sampai pandemi selesai. Hidup harus jalan terus, mikirin rakyat harus jalan terus, program harus jalan terus," kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Khalawi Abdul Hamid, dikutip dari Antara, Senin (26/7/2021).

Baca Juga: Penjualan Rumah Diprediksi Tumbuh 5% di 2021

Khalawi mengatakan kasus Covid-19 yang mulai melonjak pada pertengahan tahun 2021 di Indonesia menyebabkan progres Program Sejuta Rumah terhambat dan pencapaiannya lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dia mengatakan, per Juni 2021 progres Program Sejuta Rumah baru mencapai sekitar 400 ribu rumah.

"Biasanya sudah sampai 600 ribu hingga 700 ribu," kata Khalawi.

Baca Juga: Ada Anggaran Program Perumahan Rp8,09 Triliun Tahun Ini, Terbesar Bangun Rusun

Namun dia menegaskan bahwa pembangunan terus berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan pada pekerja dalam Program Sejuta Rumah.

Khalawi mengatakan Kementerian PUPR berupaya menghadirkan inovasi dalam rangka percepatan pembangunan perumahan dengan cara berkolaborasi dan bersinergi bersama berbagai pemangku kepentingan.

Kementerian PUPR mengajak agar akademisi, dunia usaha, pemerintah daerah, kementerian-lembaga, bersama-sama berkolaborasi untuk percepatan pembangunan perumahan.

"Kita sudah ada UU Cipta Kerja dan juga sudah keluarkan peraturan turunannya, ini perlu dibahas efektivitasnya bagaimana, karena tujuannya untuk mempercepat. Jangan sampai terjadi benturan dengan institusi yang ada sebelumnya, harus kolaborasi dan saling support, kekurangannya kita tutupi sambil jalan," kata dia.

Khalawi mengatakan proyek pembangunan perumahan yang dilakukan oleh pemerintah pada dasarnya hanya berkontribusi 20% hingga 30% terhadap total kebutuhan akan hunian, sementara sisanya dipenuhi oleh dunia usaha. Oleh karena itu Khalawi menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengerjaan proyek pembangunan perumahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini