Bank Jago Rugi Rp47 Miliar di Semester I-2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 278 2446704 bank-jago-rugi-rp47-miliar-di-semester-i-2021-jVZVKVBa5E.jpg Bank Jago Rugi (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Bank Jago Tbk (ARTO) membukukan rugi bersih Rp47 miliar dalam di semester pertama 2021. Hal itu dipicu oleh biaya operasional yang membengkak 135% menjadi Rp183 miliar.

Direktur Utama ARTO Kharim Siregar, mengatakan, sebagai bank teknologi yang tengah berkembang, terus mengalokasikan belanja modal untuk investasi IT, pengembangan aplikasi dan rekruitmen talenta baru. Kenaikan biaya operasional ini berdampak ke perolehan laba periode semester I-2021 yang masih membukukan rugi bersih.

“Jadi, kinerja kami belum positif karena faktor investasi. Kami menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan masih sejalan dengan perencanaan awal. Investasi ini tentu akan bisa dinikmati hasilnya di masa mendatang,”ungkapnya, seperti dikutip Harian Neraca, Selasa (27/7/2021).

Baca Juga: Ratu Prabu Cari Modal Lewat Private Placement

Selain itu, lanjutnya, perseroan berhasil menyalurkan kredit Rp2,17 triliun sepanjang semester I 2021. Angka penyaluran kredit itu terbilang melonjak 695%. Pertumbuhan kredit itu mengerek pendapatan bunga sebesar 289% (yoy). Dengan beban bunga yang hanya meningkat 46%. Sehingga mampu membukukan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 423% menjadi Rp139 miliar. Hal ini berdampak pada penurunan rasio cost to income dari 289% pada semester pertama 2020 menjadi 129% pada semester I 2021.

Kemudian kondisi ini turut mendongkrak rasio net interest margin (NIM) dari 4,1% menjadi 5% pada kurun yang sama. Performance kinerja bank Jago di paruh pertama tahun ini, menurut Kharim, menunjukkan perusahaan telah berada di jalur yang tepat dalam mewujudkan aspirasi besar Jago sebagai bank berbasis teknologi yang tertanam dalam ekosistem.

Baca Juga: Bayar Utang, Jababeka Terbitkan Global Bond Rp5,07 Triliun

"Kolaborasi mendalam dengan ekosistem menjadi kesempatan bagi Jago untuk memperluas penetrasi pasar sekaligus memberikan pengalaman baru bagi nasabah dalam mengakses layanan bank," kata Kharim.

Integrasi aplikasi Jago dengan Bibit terwujud pada 5 Juli 2021 lalu dan dilanjutkan dengan integrasi aplikasi Gojek pada 22 Juli 2021. Integrasi aplikasi antara bank dengan ekosistem tersebut bukan hanya menjadi tonggak bersejarah Bank Jago, juga pencapaian penting industri perbankan digital di tanah air.

”Ini menjadi game changer yang akan membawa bank dan ekosistem digital ke level lebih tinggi. Berbagai bentuk kolaborasi dan integrasi akan memberikan manfaat kepada nasabah dan tentu pada akhirnya akan berdampak positif ke kinerja Bank Jago,” ujar Kharim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini