Bisnis Tanaman Aroid, Modalnya Cuma Rp200.000

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 455 2446731 bisnis-tanaman-aroid-modalnya-cuma-rp200-000-VmGvCBtOcd.jpg Bisnis Tanaman Aroid (Foto: Carousell)

JAKARTA - Bisnis tanaman Aroid bisa menjadi pilihan usaha. Tanaman hias Aroid saat ini masuk dalam jajaran tanaman hias yang sedang ngehits. Bagi yang merasa penghasilan dari bekerja masih kurang maka bisa mencoba berbisnis sampingan tanaman hias Aroid ini.

Aroid merupakan anggota keluarga tanaman hias populer lainnya seperti Caladium, Monstera, Aglonema, dan Alocasia.

Baca Juga: 10 Tanaman Hias yang Cocok Menghias Dapur Anda

Tanaman Aroid saat ini laris manis diperdagangkan. Bahkan belum lama kita juga masih ingat sempat heboh berita penjual tanaman Aroid yang melakukan barter dengan rumah.

Lalu bagaimana tips-tips berbisnis tanaman hias Aroid? Founder Teman Tamanku, Yesy Sudaryanto, akan menjelaskan untuk tips bisnis tanaman hias Aroid yang dulu dimulainya hanya bermodalkan Rp200 Ribu.

Baca Juga: Unik! Brokoli Bisa Diubah Jadi Tanaman Hias Cantik, Ini Caranya

Secara jujur dia berbagi pengalamannya yang sudah setahun terakhir merintis usaha tanaman hias dengan brand, Teman Tamanku, di Bekasi. Dengan berduet bersama sang suami, mereka mengembangkan usaha dengan sebuah moto: hobi yang menghasilkan.

Saat ini 99% isi dagangan tanamannya merupakan jenis Aroid. Karena dia berkeyakinan jenis ini bisa menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Khususnya bagi yang memang mau berinvestasi dan konsisten belajar. Peluang melakukan ekspor juga terbuka lebar untuk tanaman hias.

Menurutnya fenomena Aroid kini bisa dikatakan sukses menjelma menggantikan bisnis travel yang kini sekarat karena pandemi. Menurutnya ini wajar karena memang sudah demikian menjamurnya. Alhasil omzetnya memang segila itu.

Bahkan walaupun ada pihak-pihak yang berusaha mengontrol harga, tapi tetap ada jenis-jenis tanaman dengan harga yang terjaga. Masih banyak jenis yang sejak lama harganya stabil mahal.

Untuk itu saran pertamanya adalah agar calon pebisnis tanaman jeli mempelajari jenis tanaman. Karena yang harus diwaspadai ada beberapa tanaman yang turun ataupun naik dengan drastis. Ini akan tergantung kelangkaan, masa pertumbuhan, dan, perawatannya.

Sehingga sarannya yang kedua adalah jangan latah membeli harga yang mahal bila belum memiliki pasar yang jelas. Kita harus menentukan posisi sebagai penjual atau petani. Karena dari strategi bisnisnya pasti berbeda baik yang mau jadi sebatas penjual ataupun mau jadi petani.

Risikonya tidak main-main bila tidak matang dan gegabah berutang ke bank. Bahkan juga ada yang langsung berhenti bekerja namun ternyata harga Aroid sebagian besar justru malah turun. Sehingga sekedar untuk balik modal pun seketika susah.

Dia sendiri mengaku terus belajar membaca peluang dan pola marketnya. Saat ini dia menghindari menyimpan beberapa jenis yang diimpor. Terlebih yang riskan karena segmen pasarnya rendah.

Tapi dia tertarik membeli tanaman asal Peru atau Ekuador bila pergerakan harganya turun. Karena harga jual lebih mahal walaupun perawatannya lebih susah. Secara harga juga stabil, meski segmen pasar lebih kecil.

Karena itu sarannya yang ketiga adalah harus teliti dan cermat memilih jenis tanaman apa yang dijadikan sebagai stok dagangan. Alasannya sederhana karena ada banyak jenis tanaman Aroid itu sendiri.

Terakhir untuk daerah suplai tanaman hias Aroid dia membeberkan beberapa asal wilayah. Salah satunya adalah Ciapus yang jadi pilihan favorit penjual tanaman hias. Lalu daerah lainnya ada di Cihideung. Di luar itu, masih tersebut wilayah Magelang dan Kapuas di Kalimantan.

Sisanya bisa dengan saling tukar koleksi antar pedagang tanaman hias. Bisa juga dengan membeli kalau ada harga yang cocok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini