Pembebasan Lahan, Begini Progres Pembangunan Sirkuit Mandalika

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 470 2446792 pembebasan-lahan-begini-progres-pembangunan-sirkuit-mandalika-oMrqM2AEe5.jpg Progres Pembangunan Sirkuit Mandalika. (Fioto: Okezone.com/Twitter MotoGp)

JAKARTA - Pembebasan lahan di area Jalan Kawasan Khusus (JKK) atau Sirkuit The Mandalika terus dilakukan. Langkah tersebut guna memperlancar pembangunan The Mandalika.

Pembebasan lahan dieksekusi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Pembangunan Sirkuit Mandalika Hampir Selesai, Valentino Rossi dan Marquez Gesekan di MotoGP 2022?

Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis Arie Prasetyo mengatakan, sejak Kamis kemarin telah dilakukan kegiatan pengosongan lahan dan bangunan pada lahan enclave milik warga. Lahan enclave terakhir atau yang disebut dengan titik akhir di area JKK.

Kegiatan pengosongan lahan dan pembongkaran bangunan di atas lahan yang termasuk dalam penlok I seluas 3.227 meter ini dilaksanakan secara mandiri oleh pemilik lahan dengan dibantu oleh tim ITDC, tanpa tekanan dan tanpa melibatkan aparat keamanan.

Baca Juga: Berburu Senja di Bukit Merese, Wisata Cantik di Tetangga Sirkuit Mandalika

"Kegiatan ini dilakukan setelah diperoleh kesepakatan antara ITDC dan Masrup (warga) pada Rabu, 21 Juli 2021," ujar Arie, Selasa (27/7/2021).

Sementara itu, pada Jumat, 23 Juli 2021 telah dilakukan penyerahan uang ganti untung (UGU) kepada Masrup melalui PT Bank BRI (Persero). Dalam prosesnya, transaksi tersebut dihadiri perwakilan ITDC serta pihak Pengadilan dan pihak Bank BRI.

“Proses pengosongan lahan dan bangunan ini kami lakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis sehingga keluarga pemilik lahan enclave dengan sadar bersedia melakukan pengosongan lahan dan bangunan secara mandiri," katanya.

Dia mencatat, dukungan warga berarti dalam mendukung percepatan pembangunan Proyek Strategi Nasional (PSN) tersebut.

Sosialisasi dan pendekatan yang dilakukan dalam proses pengosongan lahan dan bangunan di atas lahan seluas 3.227 meter tersebut merupakan kerjasama dengan stakeholder terkait, khususnya pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah.

Lokasi lahan tersebut merupakan lokasi pembangunan akses di dalam area sirkuit dan akses menuju tunnel I, dimana, merupakan akses jalan bagi penonton, masyarakat, maupun penyediaan logistik dalam penyelenggaraan event balap di JKK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini