IHSG Diproyeksi Menguat, Cermati Saham Berikut

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 278 2447055 ihsg-diproyeksi-menguat-cermati-saham-berikut-Xvfl03OuQy.jpg Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang menguat hari ini (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan hari ini. Pergerakan IHSG hari ini berada di kisaran 6.068-6.137.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, IHSG bergerak melemah namun tertahan dilevel support Moving Average 5 hari dikisaran 6.094. Indikator stochastic dan RSI menjenuh pada area dekat overbought. Arah pergerakan selanjutnya masih berpeluang menguat selama IHSG terpantau kuat di atas level support 6.090 dan MA5 dikisaran 6.094.

Baca Juga: Kehabisan Bensin, IHSG Ditutup Melemah ke 6.097

"Sehingga secara teknikal diperkirakan IHSG bergerak terkonsolidasi mencoba bertahan di zona positif pada rentan pergerakan 6.068-6.137," ujar Lanjar dalam risetnya, Rabu (28/7/2021).

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; BBCA, BRPT, CTRA, ERAA, LPPF, MAPI, SILO, TPIA.

Sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi 9,34 poin atau 0,15% ke level 6.097 setelah sempat optimis pada sesi perdagangan pertama. Saham UNVR, BBRI, TOWR, ICBP dan ANTM berbalik terkoreksi menjelang sesi kedua dan menjadi laggard pergerakan indeks.

Baca Juga: Jeda Sesi I, IHSG Turun 0,01% pada Level 6.015

Indeks sektor Konsumsi primer (-1.43%) turun ditengah tekanan aksi jual investor terhadap perusahaan konsumsi pasca UNVR yang melaporkan kinerja keuangan first half 2021 yang kurang memuaskan dimana terjadi penurunan dari sisi penjualan bersih maupun laba. Lesunya daya beli masyarakat yang berbanding terbalik dengan naiknya harga bahan baku menjadi faktor utama.

Leader:

TLKM, ARTO, BRPT, DMMX, MTDL

Laggard:

UNVR, BBRI, TOWR, ICBP, ANTM

Sementara itu, Bursa Asia berpotensi melemah pada perdagangan hari ini setelah Indeks saham di Wallstreet menghentikan penguatan dari rekor tertinggi sepanjang masanya. Ekuitas di Tiongkok tertekan karena tindakan keras pemerintah tiongkok pada sektor teknologi dan pendidikan dalam pengetatan peraturan yang belum pernah terjadi sebelumnya memaksa investor bersikap hati-hati.

Harga komoditas energy bervariasi dimana pelemahan pada harga minyak mentah sebesar 0.36% dan penguatan pada harga batubara sebesar 0.68%. Komoditas logam terkoreksi pasca penguatan panjang sejak pekan lalu dimana harga Nikel turun -1.90% dan Timah turun 1.31%.

Dari dalam negeri Investor masih mencerna laporan keuangan paruh pertama 2021 dan perkembangan kasus covid-19. Sehingga secara sentimen IHSG berpeluang kembali tertekan di perdagangan hari ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini