Indeks Dolar Loyo, Investor Tunggu Hasil Pertemuan The Fed

Antara, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 320 2447045 indeks-dolar-loyo-investor-tunggu-hasil-pertemuan-the-fed-xySt30HeUl.jpg Dolar AS melemah menanti hasil pertemuan The Fed (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indeks dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar melemah ketika investor menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve minggu ini untuk sinyal apa pun tentang kapan bank sentral akan mulai mengurangi pembelian asetnya.

Baca Juga: Indeks Dolar Lesu Jelang Pertemuan The Fed

Greenback terpangkas 0,263% di 92,362 pada perdagangan sore, tetapi masih dalam jarak dekat dari tertinggi 3,5 bulan di 93,19 yang dicapai pada 21 Juli.

Mata uang AS telah meningkat secara luas selama lebih dari sebulan di tengah ekspektasi bahwa ketika pemulihan ekonomi meningkat, The Fed akan mulai mengurangi dukungan moneternya untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Tetapi peningkatan kasus varian Delta COVID-19 dapat mengaburkan prospek tersebut.

Baca Juga: Indeks Dolar AS Lesu Tertekan Euro

"Dolar telah mengalami lonjakan musim panas yang bagus dan saya pikir risiko peristiwa yang ditimbulkan oleh The Fed sudah cukup untuk sedikt menekan dolar," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions.

The Fed memulai pertemuan dua hari pada Selasa (27/7), diikuti oleh konferensi pers oleh Ketua Jerome Powell pada Rabu waktu setempat.

“Saya pikir dia hanya akan memberi sinyal ke pasar bahwa mereka telah mendiskusikan ukuran tapering (pengurangan pembelian obligasi), mereka mendiskusikan bagaimana tapering, tetapi mereka masih dalam sikap menunggu dan melihat, mengingat di mana kita berada dalam pemulihan,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

“Jadi, mereka akan mencoba untuk mengalah, tapi saya pikir akan ada beberapa hawkish.”

Data pada Selasa (27/7) menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen AS melayang di level tertinggi 17-bulan pada Juli, menunjukkan ekonomi mempertahankan pertumbuhan yang kuat pada awal kuartal ketiga.

Secara terpisah, Dana Moneter Internasional (IMF) meningkatkan prospek pertumbuhannya untuk Amerika Serikat dan negara-negara kaya lainnya karena dukungan fiskal yang berkelanjutan dan akses ke vaksin COVID-19, sementara pada saat yang sama menurunkan perkiraannya untuk sejumlah negara berkembang.

Secara keseluruhan, IMF mempertahankan perkiraan pertumbuhan global 6,0% untuk tahun 2021 dalam pembaruan untuk Prospek Ekonomi Dunia.

Euro naik tipis 0,26%, berpindah tangan pada 1,1833 dolar versus greenback, sementara sterling naik 0,55% menjadi 1,38925 dolar karena data awal tampaknya menunjukkan surutnya lonjakan kasus COVID-19 di Inggris terlepas dari penghapusan banyak pembatasan sosial minggu lalu.

Di tempat lain, kekhawatiran atas penyebaran varian Delta dan kegelisahan pasar saham Hong Kong membebani mata uang yang berorientasi pada risiko.

Dolar Australia melemah 0,26% sementara dolar Selandia Baru turun 0,56%. Yuan China bertahan menguat meskipun terjadi gejolak di ekuitas dan naik 0,66% pada 6,5255 yuan per dolar.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini