Erick Thohir Minta Bekas Tambang di-Replanting

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 320 2447258 erick-thohir-minta-bekas-tambang-di-replanting-ygDGCVIHEW.jpg Menteri BUMN Erick Thohir Minta Bekas Tambang di-Replanting. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Perusahaan pertambangan di Indonesia wajib melakukan peremajaan (replanting) terhadap bekas tambang usai dieksploitasi. Hal ini untuk menjaga ekosistem wisata alam Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa besar. Sumber daya itu merupakan wisata alam yang menjadi kekuatan Indonesia di masa akan datang. Karenanya, mining industry harus diimbangi dengan upaya replanting.

Baca Juga: ATR Akui Ada Penambangan di Pulau Sangihe

"Tidak kalah pentingnya juga, bahwa bagaimana kita punya kekayaan alam yang luar biasa. Kita masih berdasarkan mining industry pada hari ini, tetapi kembali kita juga harus moving power, apa tadi, bagaimana bekas-bekas tambang ini harus replanting," ujar Erick, Rabu (28/7/2021).

Mantan Bos Inter Milan itu menegaskan, pentingnya menjadikan bekas tambang sebagai satu ekosistem yang sehat.

Baca Juga: Perusahaan Tambang Emas Diminta Lebih Serius Kejar Target Produksi

"Kita harus tanam kembali menjadi ekosistem yang sehat, apalagi yang namanya wisata alam ke depan menjadi kekuatan sendiri buat Indonesia dengan tadi, kekuatan kita (negara) kepulauan dan lain-lain," katanya.

Di sisi lain, pemerintah tengah menggaungkan gagasan hidup ramah lingkungan atau eco lifestyle untuk mendukung implementasi energi baru terbarukan (EBT). Untuk memastikan gagasan tersebut dapat direalisasikan, pemegang saham meminta setiap peta jalan atau roadmap perusahaan pelat merah akan berfokus pada gagasan tersebut.

Erick menyebut, 43 BUMN dan anak usahanya akan memiliki peta jalan masing-masing, namun tetap mendukung gagasan eco lifestyle untuk mewujudkan EBT hingga 2060 mendatang. Langkah itu sesuai dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi sama, di seluruh anak perusahaan ataupun Holding BUMN, yang sekarang jumlahnya tinggal 43 (perusahaan) yang dulu 143, itu kita pastikan masing-masing punya roadmap untuk bagaimana mendukung keputusan yang diambil oleh Bapak Presiden," ungkapnya.

Dia menegaskan, masing-masing perusahaan harus memiliki roadmap dan mempunyai tolak ukur yang membawahi gagasan eco lifestyle. "Masing-masing harus punya roadmap ke situ dan masing-masing punya tolak ukurnya, termasuk Pertamina dan turunannya," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini