Menko Luhut Minta Kerja Mati-matian Turunkan Angka Kematian Covid-19!

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 22:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 320 2447569 menko-luhut-minta-kerja-mati-matian-turunkan-angka-kematian-covid-19-R9329uF2Ew.jpg Menko Luhut Minta Kerja Mati-matian Turunkan Angka Kematian Covid-19 (Foto: Dokumentasi Kemenko Marves)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah dan semua pihak terkait untuk bekerja mati-matian menurunkan angka kematian kasus Covid-19. Sebab, angka kematian Covid-19 di Indonesia cenderung naik

“Pemerintah dan semua pihak terkait untuk bekerja mati-matian menurunkan angka kematian, maka dari pada itu masing-masing terkait pelaksanaan testing, tracing, dan treatment,” kata Luhut dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Hal ini disampaikan Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Vaksinasi bersama Menteri Kesehatan dan para ahli Epidemologi dari sejumlah universitas di Indonesia via daring.

 Baca Juga: 1.824 Orang Meninggal Akibat Covid-19, Terbanyak di Jawa Timur

Dirinya juga mengarahkan peserta rapat untuk melihat keadaan di lingkungan masing-masing terkait pelaksanaan testing, tracing, dan treatment.

Selain itu, dia juga meminta Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mengejar target vaksinasi sampai dengan 2 juta dosis per hari. “Dua juta ini bisa mulai dilakukan pada minggu pertama Agustus ya, kalau ada vaksinnya cukup saya harap bisa sampai 200 juta sampai dengan Desember 2021,” katanya.

 

Luhut mengatakan pihaknya telah mengarahkan pemerintah daerah untuk menambah layanan fasilitas kesehatan seperti laboratorium PCR dan penambahan alat kesehatan.

“Dengan adanya Lab PCR pada level kabupaten/kota, menurutnya dapat sekaligus melengkapi kebutuhan rumah sakit di daerah,” katanya.

Pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menekan penyebaran virus serta mengurangi angka kematian yang terbilang fluktuatif namun cenderung meningkat.

Sementara itu, untuk menanggulangi potensi penularan Covid-19, Luhut meminta agar upaya 3T (Testing, Tracing dan Treatment) dikejar terus hingga minimal ke lima orang yang memiliki kontak erat dengan penderita Covid-19.

Untuk mendukung upaya ini, Menko Luhut menekankan agar keberadaan laboratorium untuk tes PCR tidak hanya ada pada ibukota provinsi saja, namun terdapat pula pada kabupaten/kota.

“Pak Dante (Wamenkes) coba dicek dulu untuk lab PCR ini supaya jangan sampai 3T ini gagal hanya karena lab PCRnya tidak cukup,” ucapnya.

Dengan adanya Lab PCR pada level kabupaten/kota, menurutnya dapat sekaligus melengkapi kebutuhan rumah sakit di daerah.

“Memang ada beberapa hal yang perlu kita evaluasi mengenai pelaksanaan testing di puskesmas. Karena PCR di puskesmas itu banyak juga memberikan pelayanan kepada yang terkonfirmasi. Sementara untuk pembukaan lab PCR untuk kabupaten/kota akan coba kita lakukan untuk wilayah Jawa-Bali dahulu,” jelas Wamenkes Dante.

Terkait dengan pelaksanaan testing, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa mayoritas kasus kematian terjadi pada pasien yang belum vaksin dan umumnya masih di IGD dengan saturasi yang rendah.

“Pasien datang dengan saturasi rendah, kemudian meninggal. Itu sudah dipastikan datangnya telat. Makanya pak Menko kita akan ajarin untuk mengenali saturasi ini, jadi kita bisa menghindari kematian akibat telat dibawa ke rumah sakit,” ucap Menkes Budi.

Pada kesempatan itu juga, dia mengingatkan kepada Menko Luhut bahwa angka positif Covid-19 kemungkinan akan naik setelah upaya 3T digalakkan. Namun demikian, Menkes Budi menyatakan bahwa hal tersebut justru akan mempermudah proses penanganan pasien sejak dini dan mengurangi potensi penularan virus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini