Obat Herbal Laris Manis, Sido Muncul Kantongi Laba Rp502 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 278 2447823 obat-herbal-laris-manis-sido-muncul-kantongi-laba-rp502-miliar-uqa3wAUboy.jpeg Sido Muncul Raup Laba (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 21% menjadi Rp 502 miliar pada paruh pertama 2021 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 413,79 miliar. Perseroan mengungkapkan, penopang utama peningkatan tersebut berasal dari pertumbuhan penjualan obat-obatan herbal.

Kata Direktur Sido Muncul, Leonard, penjualan produk perseroan terus bertumbuh di tengah pandemi Covid-19. Produk-produk yang jadi primadona pelanggan adalah Tolak Angin, produk minuman jahe, Vitamin C, Vitamin D, JSH, serta Sambiloto peningkat daya tahan tubuh.

“Kami berhasil mencetak peningkatan penjualan sebesar 13% menjadi Rp 1,65 triliun hingga semester I-2021, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,50 triliun,”ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: SRAJ, Emiten RS Milik Tahir Raup Laba Bersih Rp68,1 Miliar

Disampaikannya, peningkatan penjualan tersebut didukung lonjakan penjualan selama kuartal II-2021. Beberapa produk yang membukukan lonjakan volume penjualan adalah produk Tolak Angin dan produk-produk suplemen maupun vitamin lainya. Peningkata keuntungan, lanjut Leonard, juga didukung atas kesuksesan perseroan dalam menciptakan efisiensi, sehingga rasio biaya operasional terhadap penjualan konsolidasian tetap terjaga di level 19-20%.

Sementara Direktur Utama Sido Muncul, David Hidayat mengatakan, selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), permintaan produk perseroan tidak berubah mengalami perubahan. Bahkan, perseroan berencana menambah kapasitas pabrik dengan rencana mengakuisisi sejumlah mesin baru dengan kapasitas 20 juta per bulan. Hal yang sama juga dilakukan perseroan pada mesin pembungkus obat yakni Softgel.

Baca Juga: Emiten Sari Roti Kantongi Laba Rp121,8 Miliar, Naik 32%

“Untuk memuluskan rencana ini perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 21 miliar yang bersumber dari laba perusahaan yang sudah masuk dalam budget sebelumnya,” kata David.

Dengan peningkatan permintaan dan rencana peningkatan ini, David menargetkan, penjualan perseroan diprediksi bertumbuh double digit pada 2021, dibandingkan raihan tahun 2020. Begitu juga dengan laba bersih diharapkan bertumbuh pesat. Guna mendanai ekspansi bisnisnya, SIDO mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure tahun ini hingga Rp135 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan pabrik produksi cairan obat dalam selain jamu cair.

Selain itu, perseroan juga berencana menambah fasilitas produksi proses distilasi di unit ekstraksi dan juga sebagian dialokasikan untuk belanja modal rutin. Adapun, belanja modal yang digunakan berasal dari laba perusahaan yang memang telah dicadangkan sebelumnya diluar dividen yang akan dibagikan. Hal ini, tidak mengganggu arus kas perusahaan karena SIDO masih bisa memberikan pertumbuhan laba bersih yang sangat bagus di masa pandemi ini.

Perseroan mengungkapkan, hal ini karena produk SIDO yang ada serta pengembangan produk baru sangat dibutuhkan masyarakat untuk membantu menjaga kesehatan khususnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini