Stok Minyak AS Turun, Harga Brent dan WTI Meningkat

Antara, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 320 2447667 stok-minyak-as-turun-harga-brent-dan-wti-meningkat-8qKLJtdM3T.jpg Harga Minyak Dunia Naik. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak bergerak lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun lebih besar dari perkiraan analis. Sedangkan fokus pasar kembali ke pasokan yang ketat daripada meningkatnya infeksi Covid-19.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September terdongkrak 26 sen atau 0,4% menjadi USD74,74 per barel, setelah membukukan penurunan pertama dalam enam hari pada Selasa (27/7/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Naik 1%, Brent Dijual USD69,3/Barel

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk penyerahan September bertambah 74 sen atau 1,0% menjadi USD72,39 per barel.

Persediaan minyak mentah AS merosot 4,1 juta barel dalam seminggu hingga 23 Juli, kata Badan Informasi Energi AS (EIA). Stok bensin dan bahan bakar distilat juga turun.

Baca Juga: OPEC Sepakat Tingkatkan Produksi, Harga Minyak Merosot USD5/Barel

"Rebound dalam permintaan tersirat untuk bensin dan sulingan, serta operasional kilang yang lebih rendah, telah mendorong penarikan persediaan untuk keduanya," kata Direktur Penelitian Komoditas ClipperData, Matt Smith, dikutip dari Antara, Kamis (29/7/2021).

Minyak telah naik 45% tahun ini, dibantu pemulihan permintaan dan pembatasan pasokan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+).

OPEC+ setuju untuk meningkatkan pasokan sebesar 400.000 barel per hari mulai Agustus, melepaskan lebih banyak pengurangan pasokan tahun lalu, tetapi ini dipandang terlalu rendah oleh beberapa analis mengingat rebound dalam permintaan yang diperkirakan tahun ini.

Federal Reserve menyatakan bahwa pemulihan ekonomi AS tetap di jalurnya meskipun ada peningkatan infeksi Covid-19. Pernyataan tersebut mengisyaratkan pembicaraan sedang berlangsung seputar penarikan dukungan kebijakan moneter. Bank sentral membiarkan suku bunga di 0 persen.

Namun, meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia, meskipun ada program vaksinasi, telah membatasi keuntungan minyak dan tetap menjadi perhatian

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini