Perkuat Sektor Farmasi, Erick Thohir Bangun Industri Petrochemical

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 320 2447785 perkuat-sektor-farmasi-erick-thohir-bangun-industri-petrochemical-pvn13s4AFw.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah mencatat industri petrokimia Tanah Air masih kalah bersaing dengan perusahaan serupa di banyak negara. Padahal pemanfaatan bahan baku yang dihasilkan dari minyak dan gas bumi itu dapat digunakan di sektor lain.

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, turunan petrokimia dapat digunakan di sektor farmasi. Khususnya, untuk pembuatan obat-obatan.

"Petrochemical kita sendiri masih dalam kondisi yang kalah bersaing dengan banyak negara. Karena petrochemical ini turunannya sangat luar biasa, baik yang namanya obat-obatan yang selama ini kita dibilang 90% impor bahan bakunya, itu turunan petrokimia salah satunya," ujar Erick, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Impian Erick Thohir Jadikan Indonesia Produsen Kendaraan Listrik Dunia

Dia pun berharap sejumlah pihak tetap mendukung pemerintah untuk mendorong kinerja industri petrokimia. "Karena itu, kita sama-sama membangun petrochemical," kata dia.

Dalam rencana strategis (renstra) Kementerian Perindustrian 2020-2024, salah satu prioritasnya adalah pengembangan daya saing industri petrokimia. Langkah sinergi antar perusahaan lokal pun didorong.

Baca Juga: Dengar Kisah Suka Duka Relawan Covid-19, Erick Thohir: Kunci Perjuangan Adalah Kebersamaan

Pemerintah mendukung kerja sama antara PT Pertamina (Persero), melalui anak perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Keduanya telah menandatangani head of agreement (HoA), bersepakat kerja sama mengembangkan industri petrokimia di Indonesia, sehingga dapat menekan impor.

Nota kesepakatan itu diteken oleh Direktur Utama dari PT KPI Ignatius Tallulembang dan Presiden Direktur Chandra Asri Petrochemicial Erwin Ciputra, pada Selasa 25 Agustus 2020 lalu.

Sementara itu, Dirut Pertamina Nicke Widyawati menilai, kedua perusahaan diharapkan dapat bekerja bersama menambal defisit kebutuhan petrokimia di dalam negeri. Selain itu, tambahnya, keduanya juga dapat mengambil peluang dalam bisnis hilir petrokimia dalam negeri.

“Hal ini sesuai arahan Presiden guna mendorong pembangunan pabrik yang menghasilkan import substitution,” tutur Nicke.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini