PAM Mineral Incar Kenaikan Laba 263% Tahun Ini

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 278 2448263 pam-mineral-incar-kenaikan-laba-263-tahun-ini-eNkizJuj81.jpg PAM Mineral Incar Kenaikan Laba Tahun Ini. (Foto: Okezone.com/PAM Mineral)

JAKARTA - PT PAM Mineral Tbk (NICL) menargetkan laba bersih Rp103 miliar atau meningkat 263,46% dari laba bersih konsolidasi 2020 sebesar Rp28,45 miliar. Diprediksi penjualan mencapai Rp195,44 miliar dan laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp28,45 miliar berdasarkan laporan keuangan interim Desember 2020.

Kondisi itu jauh lebih baik dibandingkan dengan kinerja perseroan di tahun 2019, yang mana saat itu perseroan masih mencatatkan kerugian komprehensif sebesar Rp14,07 miliar di tahun 2019.

Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar Rp33,57 miliar hingga bulan Desember 2020 dibandingkan rugi usaha sebesar Rp16,5 miliar pada bulan Desember 2019. Direktur Utama PAM Mineral, Ruddy Tjanaka mengatakan, kenaikan laba usaha yang cukup signifikan tersebut disebabkan kenaikan pendapatan penjualan dari anak perusahaan, IBM yang cukup signifikan.

Baca Juga: Bisnis Nikel Cerah Didukung Kendaraan Listrik Berkah bagi PAM Mineral

"Perseroan optimis penjualan nikel maupun laba usaha konsolidasi akan meningkat tajam pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya” ujar Ruddy dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).

Dari sisi penjualan, volume penjualan diproyeksikan mencapai 1.800.000 metric ton (MT) pada tahun ini, naik 87,04% dari realisasi penjualan pada 2020 sebesar 695.034 metric ton.

“Sedangkan pada tahun ini, Perseroan menargetkan meraup laba bersih sebesar Rp103 miliar, meroket sebesar 263,46% dari laba bersih konsolidasi tahun 2020 yang diprediksikan sebesar Rp28,45 miliar," kata dia.

PAM Mineral merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan mineral nikel, yang memiliki anak usaha bernama PT Indrabakti Mustika (IBM) . Bijih nikel perseroan maupun anak perusahaan, IBM memiliki kadar Ni antara 1,4-1,8%. 

Baca Juga: Perdagangan Perdana, Begini Nasib Saham Pemilik Tambang Nikel BCL-Raisa

IBM memiliki lahan konsesi pertambangan nikel di Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Lahan tersebut merupakan lahan Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi produksi seluas 576 hektare (ha). Sedangkan perseroan memiliki lahan konsesi pertambangan nikel di Desa Buleleng, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Lahan tersebut merupakan lahan IUP operasi produksi seluas 198 ha.

Area potensi nikel dari IUP perseroan seluas 198 ha sudah seluruhnya dieksplorasi, dimana seluas 47 ha sudah dilakukan tertambang. Sedangkan sisanya belum dilakukan penambangan.

Sementara itu, area potensi nikel dari IUP IBM adalah seluas ±450 ha, dimana area yang sudah tertambang dan terganggu (area IUP yang sudah dibuka atau landclearing, namun belum dilakukan penambangan) seluas 15 ha. Dengan rincian, area tertambang Utara seluas 10 ha dan Selatan seluas 5 ha. Area yang belum ditambang dari IUP IBM seluas 435 ha.

Dengan eksplorasi yang terus menerus dilakukan, Perseroan berkeyakinan bahwa ke depan Perseroan dan anak perusahaan dapat memiliki sumberdaya 28 juta ton lebih bijih nikel. Dari 28 juta bijih nikel tersebut, lanjut Ruddy, tidak semua memiliki kadar tinggi namun juga terdapat bijih nikel dengan kadar rendah. Selain bijih nikel kadar tinggi, Perseroan saat ini juga telah melakukan penjualan bijih nikel kadar rendah ke smelter yang ada.

Untuk rencana jangka pendek, perseroan akan memenuhi target sebanyak 1.800.000 MT bijih nikel sesuai Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB). Untuk jangka menengah dan panjang, perseroan memiliki strategi menambah cadangan dengan cara mengakuisisi ataupun mencari tambang baru. Dengan demikian, pertumbuhan kinerja perseroan bisa lebih tinggi lagi ke depannya.

Baru-baru ini, PT PAM Mineral Tbk melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak dua miliar saham kepada publik. Besaran saham itu setara dengan 20,7 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Dengan harga IPO sebesar Rp100 per saham, perseroan menerima dana segar Rp200 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini