Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp394 Miliar di Semester I-2021, Naik 40%

Antara, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 278 2448290 bank-dki-kantongi-laba-bersih-rp394-miliar-di-semester-i-2021-naik-40-zkn1ZJfqFv.jpg Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp394 Miliar (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank DKI meraup laba bersih Rp394 miliar pada semester I-2021. Laba bersih ini naik 40,8% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp279 miliar. Pertumbuhan laba Bank DKI didorong dari peningkatan Kredit serta perbaikan struktur Dana Pihak Ketiga (DPK).

"Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank DKI mengalami pertumbuhan sebesar 26,9% dari periode Juni 2020 sebesar Rp35,4 triliun menjadi sebesar Rp44,9 triliun per Juni 2021," kata Direktur Keuangan yang juga merangkap sebagai Plt. Direktur Utama Bank DKI Romy Wijayanto dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: Warga Jakarta Serbu ATM demi Bansos Tunai Rp600.000, Ini Kata Bank DKI

Romy Wijayanto menambahkan pertumbuhan DPK tersebut didorong dari pertumbuhan dana murah baik Giro dan Tabungan, di mana Giro tumbuh 59,8% menjadi Rp11,1 triliun per Juni 2021 dari sebelumnya Rp6,9 triliun dan Tabungan tumbuh 10,9% menjadi Rp9,7 triliun per Juni 2021 dari sebelumnya Rp8,7 triliun per Juni 2020.

Dengan pertumbuhan tersebut, rasio Dana Murah atau CASA juga terdongkrak dari sebelumnya 44,2% menjadi 46,2% per Juni 2021. Ke depannya, Romy mengatakan Bank DKI terus berupaya meningkatkan pertumbuhan dana murah, khususnya dengan pemanfaatan nasabah melalui mobile banking Bank DKI.

Sehingga hal itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan CASA menjadi lebih baik. Adapun aset Bank DKI juga meningkat sebesar 19,4% menjadi Rp56,7 triliun per Juni 2021 dari sebelumnya Rp47,5 triliun per Juni 2020.

Rasio profitabilitas terhadap pertumbuhan laba ini, seiring dengan peningkatan Pendapatan Bunga Bersih (NII) naik sebesar 27,0% serta fee-based income meningkat 26,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Romy menambahkan bahwa Bank DKI juga berhasil menumbuhkan porsi penyaluran kredit menjadi Rp36,1 triliun atau meningkat 12,8% dibandingkan dengan periode Juni 2020 sebesar Rp31,9 triliun.

Tantangan utama bagi perbankan saat ini, menurut Romy, adalah penyaluran kredit kepada sektor riil. Oleh sebab itu, Bank DKI terus meningkatkan perannya dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui penyaluran kredit kepada sektor riil, sehingga bisa lebih berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di DKI Jakarta.

Per Juni 2021, Bank DKI telah menyalurkan dana PEN sebesar Rp4,4 triliun, mencapai rasio leverage sebesar 2,1 kali dari dana PEN yang diberikan pemerintah pusat.

Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut juga didukung dengan perbaikan kualitas aset Bank DKI yang ditandai dengan penurunan rasio NPL, tercatat 3,03% pada periode Juni 2021 atau mengalami perbaikan dibanding periode Juni 2020 sebesar 3,54%. “Sejumlah upaya perbaikan rasio kredit bermasalah yang dilakukan telah menunjukkan hasil yang baik,” imbuh Romy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini