Vale Indonesia Raih Pendapatan USD414,94 Juta di Semester I-2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 278 2448418 vale-indonesia-raih-pendapatan-usd414-94-juta-di-semester-i-2021-5UuwGTwpWh.jpg Vale Indonesia Raup Laba (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA – Semester pertama 2021, emiten tambang PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan pendapatan senilai USD414,94 juta atau naik 15,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD360,37 juta. Adapun, laba bersih mengalami pertumbuhan 15,14% di sepanjang semester I/2021 menjadi US$58,78 juta dari sebelumnya USD53,12 juta pada semester I/2020.

CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia, Febriany Eddy mengatakan, perseroan mengirimkan 15.845 metrik ton nikel matte dan penjualan sebesar US$208,4 juta pada kuartal II/2021.

“Volume penjualan sekitar 7% lebih tinggi pada kuartal II/2021 dibandingkan pada kuartal I/2021, mengimbangi harga realisasi rata-rata yang lebih rendah pada kuartal tersebut,”ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Jumat (30/7/2021).

Dia melanjutkan bahwa perseroan juga menyelesaikan kegiatan pemeliharaan kritikal pada kuartal II/2021 yang memungkinkan tingkat produksi tercapai seperti yang diharapkan. Lebih lanjut, INCO membukukan EBITDA senilai USD72,3 juta pada kuartal II/2021 atau lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya USD88,9 juta.

Baca Juga: Rugi Hero Supermarket Bengkak Jadi Rp550 Miliar

Pelemahan ini terjadi disebabkan oleh biaya yang lebih tinggi dan harga realisasi rata- rata nikel yang lebih rendah. Seiring dengan penurunan EBITDA, laba INCO pada kuartal II/2021 menjadi USD25,1 juta atau turun dari kuartal sebelumnya USD33,7 juta.

Dibandingkan dengan kuartal I/2021, lanjut Febriany Eddy, konsumsi HSFO per metrik ton nikel matte meningkat 22%, sementara konsumsi batu bara turun 12%, mengimbangi HSFO yang lebih tinggi pada kuartal II/2021.

Baca Juga: IFC Suntik Dana Rp451 Miliar ke Adi Sarana Armada

“Selama kuatal II/2021, baik harga HSFO, diesel, dan batu bara mengalami peningkatan masing-masing sebesar 17%, 17%, dan 10%,” kata Febriany Eddy.

Kas dan setara kas INCO per 30 Juni 2021 tercatat sebesar USD426,5 juta, naik dari USD386,2 juta pada posisi 31 Maret 2021. Pada periode tersebut, INCO mengeluarkan belanja modal sekitar USD33,3 juta atau lebih rendah dibandingkan serapan pada kuartal I/2021 senilai USD38,5 juta.

Sebagai informasi, produksi nikel perseroan di semester pertama terkoreksi 1% dari 15.198 ton pada kuartal pertama 2021 menjadi 15.058 ton nikel di kuartal dua atau 20% lebih rendah dari 18.701 ton kuartal kedua 2020.

Volume produksi lebih rendah karena beberapa aktivitas pemeliharaan yang terencana di pabrik pengolahan. Secara total, volume produksi pada semester I/2021 mencapai 30.246 ton, turun 17% dari 36.315 ton pada semester I/2020. Penurunan itu disebabkan aktivitas pemeliharaan dan kadar nikel yang lebih rendah pada kuartal I/2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini