Penjualan Indofarma Rp849,3 Miliar, Melonjak 90% di Tengah Covid-19

Antara, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 278 2448641 penjualan-indofarma-rp849-3-miliar-melonjak-90-di-tengah-covid-19-zmb1ria8N0.jpg Penjualan Indofarma Melonjak 90% (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) mencatatkan penjualan bersih Rp849,32 miliar pada semester I-2021. Penjualan ini meningkat 90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp447,29 miliar.

"Peningkatan penjualan bersih tersebut terutama ditopang dari penjualan segmen alat kesehatan dan obat-obatan sesuai dengan strategi Turn Around Management," kata Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Arief menyampaikan, pada tahun ini kontribusi farma terhadap pendapatan emiten farmasi itu akan lebih besar yaitu di kisaran 65-70 persen, sementara dari alat kesehatan akan berkontribusi sekitar 30-35 persen.

Pada 2021, lanjut Arief, perseroan konsisten dan terus berupaya untuk menangkap peluang demi mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Baca Juga: Indofarma: Harga Ivermectin Rp157.700 untuk 20 Tablet

Secara operasional, perseroan telah berhasil meningkatkan kinerja sehingga mampu mendapatkan pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi atau EBITDA pada semester I-2021 sebesar Rp187 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp24 miliar atau tumbuh sebesar 685 persen.

Liabilitas anak usaha PT Bio Farma (Persero) itu juga meningkat sebesar 9 persen dari semula Rp1,38 triliun menjadi Rp1,51 triliun pada semester I-2021. Aset perseroan naik 7 persen dari semula Rp1,82 triliun menjadi Rp1,95 triliun pada semester I-2021.

Dengan adanya penerapan kebijakan akuntansi PSAK 71 pada 2021, perseroan pun mencadangkan penurunan nilai piutang sebesar Rp110,54 miliar. Hal tersebut merupakan bagian dari aspek kepatuhan terhadap regulasi PSAK 71 dan tindakan prudent perseroan.

"Perseroan juga berkomitmen untuk terus membantu upaya pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi COVID-19 dengan menyediakan produk farmasi dan alat kesehatan, serta pelayanan kesehatan," ujar Arief.

Emiten berkode saham INAF itu memperoleh izin edar yang diberikan oleh BPOM RI untuk produk generik Oseltamivir Phosphate 75 mg sebagai antiviral.

Guna menjamin pasokan kepada masyarakat, perseroan optimistis meningkatkan kapasitas produksi yang pada awalnya hanya 4 juta kapsul menjadi 10 juta kapsul dengan strategi pemastian pengadaan bahan baku dari pemasok negara lain dan dengan penambahan lini produksi.

Pada akhir semester I-2021, perseroan memperoleh izin edar yang diberikan oleh BPOM RI untuk produk generik Ivermectin 12 mg. Realisasi produksi perseroan untuk produk Ivermectin 12 mg hingga Juli 2021 sebanyak sembilan juta tablet. Perseroan telah mengantisipasi kebutuhan masyarakat dengan meningkatkan kapasitas existing hingga 12 juta tablet per bulan.

Selain itu, perseroan juga telah memperoleh izin edar untuk produk IVERCOV 12 yang merupakan produk branded dari Ivermectin 12 mg. Rencana produksi tahap awal untuk produk IVERCOV 12 pada Agustus 2021 sebanyak satu juta tablet.

Perseroan mendapatkan Emergency Use Authorization dari BPOM RI untuk produk DESREM yang berisi Remdesivir 100 mg. Hingga akhir Juli 2021, perseroan sudah melakukan importasi sebanyak 460.000 vial dan rencana importasi perseroan tahap selanjutnya sebanyak 270.000 vial.

Lalu, perseroan memperoleh izin edar yang diberikan oleh BPOM RI untuk produk Zinc sulfate monohydrate 10 mg dengan merk dagang ZINKID sebagai suplemen mineral dalam terapi COVID-19.

Sementara itu, dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19, Menteri Kesehatan pada 15 Juli 2021 lalu memberikan persetujuan kepada PT Bio Farma (Persero) untuk menugaskan/menunjuk PT lndofarma Tbk guna melakukan importasi vaksin COVID-19. Sehubungan dengan hal tersebut, perseroan telah melakukan kerja sama dengan penyedia vaksin COVID-19 sebanyak 50 juta dosis pada 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini